Sabtu, 15 Januari 2022

[ Aliran Rasa ] Festival Warga

 


Alhamdulillah, sebentar lagi menjumpai penghujung Orientasi Kampung Komunitas Ibu Profesional. Rasanya tidak percaya, bahwa aku bisa melaluinya sampai detik ini. Mengingat orientasi kali ini butuh waktu berbulan-bulan untuk mengikutinya ditengah keterbatasanku. Alhamdulillah, terima kasih atas kemudahanMu ya Allah.

Moment yang paling seru adalah saat Festival Warga, dimana calon warga kampung diminta membuat sebuah projek untuk ditampilkan. Dan, MasyaAllah 🤩 seluruh kelompok berhasil menampilkan persembahan terbaiknya. 


Saat persiapan Festival Warga saya belum bisa ambil peran banyak, karena saat itu posisiku sedang di kampung halaman. Walau begitu saya tetap berusaha berkontribusi dengan setor konten tentang apa komitmenku di IP.




Alhamdulillah..

#ResumeFeswar1
#festivalwarga
#orientasikampungkomunitas
#balaimainceria
#ibuprofesional2021
#komunitasibuprofesional
#kampungmain3
#semestakaryauntukindonesia
#salamberprestasi
#PrestAsyik


Kamis, 02 Desember 2021

[ Review ] Panggung Liga Regional Edisi Jawa Barat, Jakarta dan Banten

 Yeay! Panggung Liga Regional sudah berakhir, banyak sekali insight yang bisa kita dapatkan disana. Berbagai program seru yang dimiliki tiap-tiap regional membuat aku tertarik 🤩

Nah, kali ini aku memilih untuk menilik lebih dalam Panggung Liga Regional Jawa Barat, Jakarta dan Banten. Kenapa? Karena aku tinggal di Depok, dan ingin tahu lebih banyak tentang program kegiatan di regional yang terdekat dengan regional Depok.

Umumnya di regional terdapat kegiatan 3 R yaitu Rumah Belajar, Rumah Bermain dan Rumah Berbagi. Tapi ternyata tidak semua regional memiliki ketiganya. Ada yang hanya ada Rumah Belajar seperti Regional Depok, Jakarta, Bogor, Cianjur dan Cirebon Raya. Ada juga yang memiliki 2 program yaitu Rumah Belajar dan Rumah Bermain seperti Regional Bekasi. Dan tentunya ada yang memiliki kegiatan 3 R, Rumah Belajar, Rumah Bermain dan Rumah Berbagi yaitu Regional Bandung.

Melihat apa yang disampaikan masing-masing regional, ada program yang membuatku tertarik yaitu Zero Waste dan semacamnya, regional yang memiliki Rumbel Zero Waste adalah Jakarta, Bekasi, Bogor, dan Cianjur.

Aku berharap di Regional Depok segera ada Rumah Belajar Zero Waste 🤩



#Resume4

#Panggungligaregional

#orientasikampungkomunitas

#balaimainceria/gembira/bahagia (isi sesuai nama WAG)

#ibuprofesional2021

#komunitasibuprofesional

#kampungmain3

#semestakaryauntukindonesia

#salamberprestasi

#PrestAsyik


Rabu, 03 April 2019

Keluarga Impian

Seperti apa keluarga impianmu?
Siapakah keluarga panutan bagimu?

Kalau ditanya tentang bagaimana keluarga impian dan keluarga panutan, benak saya akan melayang kedalam AlQur’an dimana ada satu surat yang menggambarkan sebuah keluarga, bahkan tidak ada nama keluarga lain yang dijadikan nama surat dalam Al Qur’an. Siapakah mereka? Ali Imran (Keluarga Imron)

Iya, Keluarga Imron adalah keluarga panutan bagi saya. Mereka adalah keluarga biasa yang dipuji sejajar dengan keluarga para nabi. Diberikan kemuliaan oleh Allah Swt. 

“Sesungguhnya Allah telah memilih Adam, Nuh, keluarga Ibrahim dan keluarga ‘Imran melebihi segala umat (di masa mereka masing-masing), (sebagai) satu keturunan yang sebagiannya (turunan) dari yang lain. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.” [Quran Ali Imran: 33-34].

Imran bin Matsan adalah seorang yang sangat taat dalam beribadah. Mempunyai istri bernama Hannah binti Faquda yang juga taat beribadah. Dari mereka berdualah lahir anak dan cucu yang luar biasa. Anak pertamanya bernama Asy-ya yang merupakan istri dari Nabi Zakariya, yang pada akhirnya memiliki putra bernama Nabi Yahya. Anak keduanya bernama Maryam. Pada saat Maryam dalam kandungan, Ibunya bernadzar akan menjadikan anaknya berkhidmat kepada Baitul Maqdis. Maryam adalah putri yang suci dan sangat taat beribadah, hingga Allah memberikan ia sebuah “hadiah” yaitu Nabi Isa AS didalam rahimnya.

Allah memilih Imran dan Hannah sebagai orang tua Nabi pasti bukan tanpa alasan. Ketaatan dan kesabaran mereka dalam mendidik anak-anak mereka menjadi kunci suksesnya membangun keluarga.

Inilah yang menjadi impian bagi saya dalam berkeluarga : membentuk generasi Rabbani, melahirkan anak-anak dan cucu-cucu yang berkhidmat kepada Rabb-nya serta membumikan kalam illahi.

Sudah sepantasnya kita meneladani ketaatan keluarga imran dalam beribadah kepada Allah Swt dan terus memberikan kebermanfaatan untuk orang lain.

Mengutip dari ungkapan Abah Ihsan, kalau kita ingin memiliki anak yang sholeh, maka kita harus menjadi orang tua yang sholeh. Karena anak-anak kita adalah cerminan ketaatan kita kepada Allah. Semoga Allah memberikan kemudahan dan kekuatan kepada kita dalam mendidik anak-anak kita menjadi anak yang sholeh-sholehah bermanfaat untuk ummat, serta membela agama Allah. Aamiiin








Kamis, 01 November 2018

Mie Goreng Salted Egg [Asli Homemade]

Telat banget nyicipin mie instan yang lagi happening itu ya, Ind*mie Goreng Salted Egg. Pas nyobain sama suami, kok rasanya asin, asin aja, gak spesifik kerasa telur asinnya. Maaf ya, barangkali ada yg nyoba tapi rasanya beda 😄

Jadilah diri ini tertantang untuk bikin mie goreng dengan saus telur asin beneran. 

Bahan :
2 keping Mie keriting (aku pakai Mie Telor Cap A*am)
2 buah telur asin (ambil kuningnya aja)
Sawi putih
Ayam suwir
Daun Bawang
100 ml Susu UHT (minta punya Sakha 😂)

Bumbu :
1/4 bawang bombay
2 siung baput
1 siung bamer
2 sdm kecap manis
1 sdm saus tiram
1 sdm kecap inggris
Lada secukupnya
Garam secukupnya
Gula sejimpit
Kaldu secukupnya (aku pakai Halawa)
Minyak utk menumis

Caranya :
  1. Rebus mie lalu tiriskan dan campurkan sedikit minyak agar gak lengket, Campurkan sedikit kecap manis. Sisihkan
  2. Ambil kuning telur asin, campur dengan susu, haluskan. Sisihkan
  3. Tumis bumbu, masukkan sawi dan ayam suwir, tambahkan sedikit air
  4. Tambahkan garam, kecap inggris dan saus tiram, gula dan kaldu
  5. Masukkan mie, aduk sampai bumbu rata
  6. Masukkan saus telur asin, aduk sampai mengental.
  7. Sajikan dengan cintaaa

DONE!
Alhamdulillah wa syukurillah 🤗




Rabu, 31 Oktober 2018

Bikin Cushion Cover Ternyata Mudah

Akhirnya punya mesin jahit idaman. Alhamdulillah. Walau size nya mini dan fiturnya gak selengkap mesin jahit yang biasa, tapi lumayan bisa untuk belajar menjahit. Pengen punya mesin jahit ini sudah sejak lama, tapi baru keturutan sekarang. Dan ternyata aku merasakan ada perasaan berbinar saat aku mengoperasikan mesin jahit itu. Bakalan jadi me-time favorit nih!

Baiklah, sudah gak sabar bebikinan, pengen make over ini itu. Project pertama adalah membuat pashmina instan. Alhamdulillah, berhasil mengubah 2 pashmina menjadi pashmina instan. Walaupun jahitannya masih belum rapi.


Project berikutnya aku bikin sarung bantal sofa, karena sarung bantal dirumah sudah lumayan buluk. Langkah pertama aku membeli bahan. Aku membeli kain katun sprei yang lebarnya 240 cm, jadi aku cukup membeli bahan 1 meter saja. Belinya dimana? Di Shopee, harganya Rp 38.000/meter. Murah kah?

Polanya gimana? Aku gak pake kertas atau koran untuk membuat pola. Tapi membuat sketsa diotakku, hahaha. Setelah bikin pola di otak, aku coba mencontek sarung bantal sofa yang ada.
✅ 1 meter kain yang lebarnya 240 m ini bisa jadi 5 cushion cover. Ukurannya masing-masing, panjang 90 cm dan lebarnya 42 cm.
✅ aku membuat pola yang sederhana, gak pakai resleting.
✅ setelah mengukur dan memotong kain, jahit kelim pinggiran kain. Karena gak bisa ngobras, jadi cuma dikelim
✅ terus satukan deh kainnya, jahit pinggirnya. Oiya, karena gak pake resleting, aku pakai model amplop, jadi ada lebihan kain sebagai pengunci sarung bantal.

Alhamdulillah

Sabtu, 20 Oktober 2018

Fiqih Wanita : Buku Rujukan Permasalahan Muslimah


Qadarullah. Diusia kandungan kurang lebih 12 minggu, Allah mengambil kembali benih di dalam kandungan saya. Saat saya kontrol rutin, dokter obgyn melakukan pemeriksaan USG, tetapi setelah hampir 30 menit, dokter tidak menemukan adanya detak jantung janin di dalam kandungan saya, bahkan setelah dilakukan USG transvaginal pun tidak terdeteksi. Tetiba dada ini terasa sesak, tangan gemetar dan mulut pun susah untuk berucap saat dokter mengajak dialog. “Bu, mohon maaf, saya tidak menemukan detak jantung janinnya. Kemungkinan infeksi TORCH”

Deg.

Sesegera mungkin saya mencari hikmah atas peristiwa ini, saat itu juga. Agar saya tidak larut dalam kesedihan. Mungkin ini yang terbaik menurut Allah, mungkin ada rencana yang sedang Allah persiapkan untuk kami, mungkin saja kalau janin ini terlahir bisa jadi lahir dalam kondisi kurang baik. Maka Allah ambil kembali amanahnya ini. Bisa jadi, ini adalah cara Allah menyayangi saya yang berlumur dosa ini dengan menjadikannya tabungan amal untuk di akhirat kelak. Wallahu’alam. Yang jelas saya meyakini ini adalah tanda cinta Allah pada saya.

Sesungguhnya pahala besar karena balasan untuk ujian yang berat. Sungguh, jika Allah mencintai suatu kaum, maka Dia akan menimpakan ujian untuk mereka. Barangsiapa yang ridho, maka ia yang akan meraih ridho Allah. Barangsiapa siapa yang tidak suka, maka Allah pun akan murka.” (HR. Ibnu Majah no. 4031, hasan kata Syaikh Al Albani).
Dokter pun segera ambil tindakan. Karena janin yang sudah berbentuk manusia itu masih di dalam rahim, induksi pun menjadi pilihan, agar janin keluar spontan dengan utuh. Saat-saat inilah yang membuat saya bingung, bagaimana hukum pasca lahirnya janin sebelum waktunya. Apakah dihukumi sebagai nifas atau sebagai istihadhah.

Dan saya membuka kembali buku favorit saya yaitu, Fiqih Wanita. Dalam buku tersebut dijelaskan bahwa, apabila janin yang berada di dalam kandungan seorang ibu keluar sebelum waktunya dan sudah berbentuk manusia, maka darah yang keluar setelahnya merupakan darah nifas. Sedang apabila janin yang keluar itu belum berbentuk manusia secara sempurna, maka darah yang keluar setelahnya tidak dikategorikan sebagai darah nifas. Akan tetapi dianggap sebagai darah kotor yang tidak menghalangi wanita untuk mengerjakan shalat dan puasa. Waktu minimal bagi janin terbentuk menjadi manusia sempurna adalah delapan puluh satu hari.

Buku inilah yang menjadi rujukan saya dalam setiap perkara yang belum saya pahami hukumnya. Sehingga buku inilah yang paling sering saya baca. Setelah berpikir panjang, manakah buku favorit yang akan saya tuliskan, akhirnya saya memutuskan buku Fiqih Wanita-lah yang membuat saya berbinar-binar dan memberikan dampak dalam hidup. Kalau buku-buku yang lain, biasanya setelah selesai dibaca akan saya taruh kembali di rak buku dan jarang untuk dibaca lagi. Berbeda halnya dengan buku Fiqih Wanita ini, setiap saya ada pertanyaan seputar hukum Islam yang berkaitan dengan kewanitaan, saya jadikan buku Fiqih Wanita ini sebagai rujukan. Walau jaman sudah canggih, cukup dengan membuka google, semua pertanyaan akan terjawab. Namun, rasanya beda apabila saya menjadikan buku ini sebagai rujukan pertama.

Jadi, saya berkesimpulan bahwa seharusnya, buku semacam inilah yang selayaknya menjadi favorite book.

Minggu, 14 Oktober 2018

Tips Menjaga Asupan Bumil Saat Emesis



Dikaruniai calon buah hati adalah anugerah yang tak terkira. Oleh karenanya, sudah pasti sebagai calon ibu akan berusaha memberikan asupan terbaik untuk calon buah hati. Namun, kadangkala terdapat kendala yang membuat kehamilan terganggu karena emesis, terlebih di trimester pertama. Mual dan muntah sudah menjadi hal yang biasa dihadapi oleh ibu hamil, hingga terkadang membuat ibu hamil tidak ‘doyan’ makan. Walau begitu, ibu hamil harus berjuang untuk tetap memberikan asupan untuk calon buah hati.

Berikut beberapa tips yang bisa dilakukan untuk mengatasi emesis :

1. Banyak makan buah-buahan dan sayuran. Sayur dan buah membantu proses metabolisme tubuh agar lebih stabil sehingga mampu mengurangi mual muntah.
2. Makan makanan yg disukai, sedikit tapi sering. Porsi sedikit membuat sensasi pada lambung tidak terasa penuh. Makan lebih sering agar mengurangi meningkatnya asam lambung.
3. Minum air Alkali, yang bersifat basa agar menetralisir keasaman
4. Kalau minum susu pilih yang khusus mual muntah
5. Makan kurma/sari kurma. Kurma terkenal dengan manfaatnya. Mengkonsumsi kurma bisa menambah asupan energi bagi ibu hamil yang sedang emesis disertai lemas.
6. Minum suplemen anjuran dokter
7. Kalau sampai hiper, minta obat anti mual dari dokter
8. Memohon kekuatan sama Allah Swt, karena yang memberikan kekuatan adalah Allah Swt, berpositif thinking bahwa proses kehamilan ini adalah suatu kenikmatan akan membuat ibu hamil dnegan emesis akan lebih semangat.

Demikian beberapa tips mengatasi emesis/mual muntah saat hamil. Semoga bermanfaat.



_Siti Aminah Yendy_

Dari Dipaksa Jadi Biasa

Dari Dipaksa Menjadi Biasa

Saya suka menulis, lebih tepatnya suka menyalurkan perasaan lewat tulisan. Karena dengan menulis ada sensasi plong, perasaan lega setelahnya. Kesukaan saya menulis mulai muncul dari sebuah paksaan. Saat kuliah, saya adalah penerima beasiswa yang punya kewajiban untuk membuat artikel bertema setiap bulannya. Kalau tidak membuat artikel, maka otomatis uang saku saya dipotong. 

Karena kebiasaan itulah, lama kelamaan saya pun merasakan kenikmatan saat menulis. Hingga tulisan saya pernah dimuat dalam sebuah buku antologi berjudul Toga ditepi Jendela, buku tentang perjuangan dan perjalanan para pejuang kuliah dari kalangan tidak mampu. Begitu saja rasanya senang sekali. MasyaAllah.

Namun selepas kuliah, saya sudah kehilangan kewajiban untuk menulis, lama kelamaan kebiasaan menulis itupun mulai terkikis. Dan berlanjut sampai sekarang, sedih deh rasanya. Nulisnya hanya di sosmed saja. 

Besar harapan saya ketika bergabung dengan KaMi Menulis ini, harapannya saya bisa menambah skill dan jam terbang saya dalam menulis. Hingga kelak, cita-cita saya untuk bisa menerbitkan sebuah buku, bisa terwujud. Aamiiin

Siti Aminah Yendy
Depok, 19 September 2018


Rabu, 02 Agustus 2017

NHW 9 Bunda Sebagai Agen Perubahan

Ini salah satu ide Sosial Venture untuk lingkungan Sekitar saya :

Minat Hobi Ketertarikan >> Membuat kreasi, baik kerajinan tangan maupun dekorasi
Hard Skill dan Soft Skill >> Punya ketelatenan dalam membuat kerajinan tangan, memiliki ilmu marketing
Isu Sosial >> Terdapat tempat pembuangan sampah yang mengganggu lingkungan, bau sampahnya sangat mencemari udara hingga jarak jauh
Masyarakat >> Ibu Rumah Tangga
Ide sosial >> Memilah Antara sampah organik dan non organik, kemudian menjadikannya Kerajinan tangan dari barang bekas agar bernilai jual.

Kelemahan dari ide ini adalah, saya belum memiliki hard skill dalam memulai ide ini..
Berkat mengikuti IIP ini saya jadi memikirkan solusi dari permasalahan ini. Semoga bisa terealisasi.

NHW 8 MISI HIDUP DAN PRODUKTIVITAS

  • Ambil salah satu dari ranah aktivitas yang sudah teman-teman tulis di kuadran SUKA dan BISA (lihat NHW#7)
    • Aktivitas yang saya SUKA dan BISA saya lakukan salah satunya adalah Berbisnis Online

  • Setelah ketemu satu hal, jawablah pertanyaan “BE DO HAVE” di bawah ini :
    • Kita ingin menjadi apa ? (BE)
      • Saya ingin menjadi pengusaha muslimah yang bermanfaat untuk orang lain dengan memberikan lapangan kerja bagi orang lain, menyediakan produk yang dibutuhkan orang lain, berbagi rizki dengan yang membutuhkan dan mampu menghajikan keluarga
    •  Kita ingin melakukan apa ? (DO)
      • Memulai bisnis online dengan membuat akun promosi
      • Mempelajari segala ilmu tentang bisnis
      • Menyediakan produk berkualitas
      • Melayani konsumen dengan pelayanan terbaik
      • Melakukan jual beli yang halaL
    • Kita ingin memiliki apa? (HAVE)
      • Saya ingin memiliki usaha yang stabil dengan banyak karyawan
  • Perhatikan 3 aspek dimensi waktu di bawah ini dan isilah:
    • Apa yang ingin kita capai dalam kurun waktu kehidupan kita (lifetime purpose) :
      • Menjadi muslimah yang bermanfaat untuk orang lain
    • Apa yang ingin kita capai dalam kurun waktu 5-10 tahun ke depan ( strategic plan)
      • Memiliki usaha yang stabil dengan brand sendiri dan memiliki banyak karyawan
    • Apa yang ingin kita capai dalam kurun waktu satu tahun ( new year resolution)
      • Menyediakan produk ready stock
      • Memiliki toko online di beberapa E-commerce di Indonesia

NHW 7 TAHAPAN MENUJU BUNDA PRODUKTIF

Talent Mapping ini dilakukan untuk menuju Tahapan Bunda Produktif
Berikut hasil Strength Typology di temubakat.com


SITI AMINAH YENDY, anda adalah orang yang dapat merasakan perasaan orang lain baik sedang gembira maupun sedang sedih , selalu ingin memajukan orang lain dan senang melihat kemajuan orang , senang mempelajari latar belakang, senang olah pikir, menyendiri , berpikiran strategic, senang mengkomnikasikan sesuatu, banyak idea dan senang menonjolkan kelebihan , keras menghadapi orang akan tetapi tidak menyukai konflik , senang memotivasi dengan berbagai cara ada yang melalui sifat periangnya ada yang melalui sifat empatinya ada juga karena selalu ingin memajukan orang lain , suka melayani orang lain dan mendahulukan orang lain.

PERSONAL BRANDING : CARETAKER, EDUCATOR, EXPLORER, MARKETER, MEDIATOR, MOTIVATOR, SERVER.

KUADRAN
SUKA
TIDAK SUKA
BISA
Membaca Alquran
Jualan Online
Menjadi mentor
Mendongeng
Menulis 
Tata rias
Memotong rambut orang
Mencuci piring
TIDAK BISA
Menjahit
Membuat kue
Berkebun
Mencatat keuangan
Memperbaiki instalasi listrik

NHW 6 MENJADI MANAGER KELUARGA

Tugas NHW kali ini saya teringat tentang Fiqh Prioritas, mana yang penting dan mana yang tidak penting.

Tiga aktivitas yang paling penting adalah :
  1. Melaksanakan Ibadah, Sholat tepat waktu, membaca Al Qur’an, Dzikir pagi dan petang
  2. Menyiapkan menu sehat untuk Suami dan Anak
  3. Mengelola bisnis online

Tiga aktivitas yang tidak penting :
  1. Stalking sosmed
  2. Ikut tertidur saat menidurkan anak
  3. Silaturahim ke tetangga terlalu lama

Selama ini waktu saya habiskan untuk rutinitas sehari hari, mengurus anak dan suami, beberes rumah, mengelola bisnis online dan bermain bersama anak.

Aktivitas rutin yang selalu saya lakukan :
  1. Bangun shubuh
  2. Menyiapkan sarapan suami
  3. Menyiapkan sarapan anak
  4. Memandikan anak
  5. Mengurus rumah
  6. Mengelola online shop

Apabila diklasifikasikan dalam quadran prioritas sebagai berikut :


Mendesak
Tidak Mendesak
Penting
Melaksanakan Ibadah
Menyiapkan menu sehat keluarga
Mengerjakan NHW
Mengelola online shop
Silaturahim tetangga
Membaca postingan Grup
Bermain bersama anak
Tidak Penting
Mencuci Baju
Mencuci Piring
Belanja
Stalking sosmed


NHW 5 DESAIN BELAJAR

Tugas NHW 5 kali ini simple tetapi  membutuhkan pemikiran yang mendalam, memunculkan pertanyaan yang hanya diri saya yang bisa menjawabnya. Dan mencari jawabannya itu yang membutuhkan perenungan. Hehe
Sejauh ini, saya tipe pembelajar yang mayoritas learning by doing. Kalau hanya teori saja, rasanya pembelajaran tersebut belum lengkap, hambar bahkan tidak berbekas sehingga, ketika mendapatkan ilmu, harus segera diamalkan, agar tidak menguap begitu saja dan tidak menjadi manfaat.
Desain belajar yang akan saya terapkan adalah :
  1. Mencari sumber ilmu, meliputi : Buku dan Narasumber
  2. Membaca dan mempelajarinya
  3. Membuat point – point apa yang harus dikerjakan
  4. Membuat analisis SWOT
  5. Membuat Checklist harian
  6. Mengevaluasinya


Sebagai contoh :
Saat ini saya sedang belajar memberikan asupan MPASI untuk anak saya yang berusia 6 bulan. Hal yang saya lakukan adalah :
  1. Mencari sumber ilmu : Saya mengikuti grup whatsapp tentang Pemberian MPASI WHO, belajar dengan ahlinya.
  2. Membaca panduan MPASI WHO : Mencari informasi tentang Menu MPASI. Mencari perlengkapan MPASI
  3. Membuat Point yang harus dikerjakan : Membuat menu tunggal MPASI untuk 14 hari. Menyiapkan alat dan bahan MPASI
  4. Membuat analisis SWOT : Mengukur kemampuan saya dalam membuat MPASI, saya memilih MPASI Homemade yang sesuai dengan kapasitas saya
  5. Membuat Checklist harian : Membuat checklist menu tiap harinya
  6. Mengevaluasi  : Mengevaluasi pemberian menu tunggal setiap hari meliputi reaksi alergi, reaksi pencernaan dan reaksi selera.

NHW 4 MENDIDIK DENGAN FITRAH

MENDIDIK DENGAN KEKUATAN FITRAH

Misi dan Jurusan Ilmu
NHW 4 kali ini membuat saya cukup berfikir keras, apa sebenarnya jurusan ilmu yang benar-benar “Gue Banget”. Ilmu yang ingin saya tekuni sebenarnya tentang Pemberdayaan Masyarakat, tetapi sejauh ini saya belum mampu mencari jalan untuk bisa berkontribusi lebih dalam masyarakat luas. Mungkin bisa dimulai dari hal yang kecil, hal yang saya sukai. Berbisnis menurut saya mampu menjadi jembatan saya untuk bisa beraktualisasi dan menjadi jalan untuk membuka lapangan kerja sehingga bisa bermanfaat untuk orang lain.

Aktivitas yang membuat saya bersemangat adalah ketika saya berjualan. Walau saya tidak memiliki basic ilmu wirausaha, tetapi ketika saya berurusan dengan bisnis membuat saya berbinar binar. Berbekal kemampuan marketing saya yang sebelumnya pernah bekerja menjadi marketing di sebuah toko, membuat saya semakin semangat untuk terus belajar.

Selain berwirausaha adalah 9 dari 10 pintu rizki, saya berharap dengan mengembangkan bisnis daya bisa membantu orang-orang sekitar dan orang-orang yang membutuhkan. Saat ini saya sedang memulai sebuah online shop yang masih baru, berharap suatu saat bisa membesar dan mampu membuka lapangan kerja baru.

Selain berwirausaha, tentunya tanggungjawab saya sebagai istri dan ibu harus selalu diutamakan, sehingga misi hidup saya adalah Menjadi Istri yang taat, ibu yang menjadi madrasatul ula dan pengusaha yang mampu berkontribusi dalam masyarakat.
Sehingga ilmu yang harus saya kuasai adalah :
1. Bunda Sayang : Ilmu-ilmu seputar pengasuhan anak, ilmu tentang menjadi istri yang taat, ilmu tentang pendidikan anak
2. Bunda Cekatan : Ilmu-ilmu seputar manajemen pengelolaan diri dan rumah tangga
3. Bunda Produktif : Ilmu-ilmu seputar minat dan bakat, ilmu tentang marketing, bisnis online
4. Bunda Shaleha : Ilmu tentang berbagi manfaat kepada banyak orang, ilmu tentang pemberdayaan masyarakat.

Kapan misi akan dimulai?
Untuk pembuatan milestone sebagai istri yang taat dan ibu yang menjadi madrasatul ula dan pengusaha yang mampu berkontribusi dalam masyarakat, milestone dimulai dari :
Saya menetapkan KM 0 pada tahun 2016, dan akan mencapai 10.000 (sepuluh ribu ) jam terbang di bidang bisnis online
Saya mendedikasikan 3-4 jam waktu per hari, atau 28 jam per pekan untuk mencari ilmu tentang bisnis, memulai membuat online shop,dan memasarkan produk
Milestone yang saya tetapkan adalah sebagai berikut:
KM 0 – KM 1 ( tahun 2016-2018) :
Sebagai pengusaha : Belajar bisnis online melalui guru yang ahli, memasarkan produk, mencari reseller
Sebagai istri dan Ibu : Banyak membaca buku tentang pengasuhan anak, pembinaan anak dan pendidikan anak
KM 1 – KM 2 (tahun 2018-2020):
Sebagai pengusaha : memiliki stok produk bisnis
Sebagai istri dan Ibu : menguasai ilmu memasak dengan cinta, mendampingi tumbuh kembang anak dengan memberikan stimulus sesuai konsep pendidikan dalam islam
KM 2 – KM 3 (tahun 2020-2022) : 
Sebagai pengusaha : membuat brand bisnis sendiri
Sebagai istri dan ibu : menjadi penyejuk hati suami, mengarahkan pendidikan dan pembinaan anak yang mulai pre school berbasis Qurani
KM 3 – KM 4 ( tahun 2022-2024) : 
Sebagai pengusaha : Membuka lapangan kerja baru dan bermanfaat untuk orang lain, berhaji bersama keluarga
Sebagai istri dan ibu : Mampu menjadi istri yang senantiasa taat. Mampu mengarahkan anak yang mulai sekolah sesuai konsep Islam




Minggu, 04 Juni 2017

Inikah Maksud Allah?

Peran Spesifik 
Belahan hatiku, 
Saya dan atau kebanyakan perempuan adalah seorang yang memiliki sifat romantis. Mendayu dan kemayu, tentunya dihadapan suami saja. Kali ini saya menuliskan sebuah surat cinta untuk suami saya. Sudah bisa dibayangkan isi surat cintanya seperti karakter saya. Menurut saya itu romantis, tapi mungkin bagi sebagian orang (bisa jadi) lebay. 😂
Ekspresi suami saat saya mengirimkan sebuah link blog saya, yang berjudul Surat Cinta untuk Mamas, sudah bisa ditebak. Bahwa ekspresi yang tampak dari wajahnya adalah datar dan biasa saja. Beliau hanya berkata Aamiin, Terimakasih dedek dan tersenyum. Saya sudah menyiapkan perasaan untuk ekspresi beliau. Tidak akan kecewa atau sedih. Karena sudah memahami karakter beliau yang memang kurang romantis dan sedikit cuek. Tapi saya yakin, dalam hatinya pasti ada sebuah desiran. Ekspresi yang tampak bisa jadi tidak sama dengan apa yang di dalam hati. Ya, begitulah cintaku, pelengkap jemariku, saya mencintainya apa adanya. 
Namun, belakangan suami menunjukkan sikap yang jauh lebih hangat dari biasanya, banyak memeluk erat, mencium dan membelai. Ternyata bukan balasan verbal yang beliau berikan, melainkan bahasa virtual. Ini membuat saya semakin jatuh cinta. Ya, saya tidak memaksakan dicintai dengan romantis atau puitis. Ternyata beliau pun mencintai saya dengan lebih dari sekedar kata-kata puitis. 


Belahan jantungku,
Dikaruniai seorang anak laki-laki yang manis adalah anugerah dari Allah yang luar biasa. Setelah sebelum hadirnya Sakha, sempat mengalami kegagalan yang membuat saya terpukul. Bisa mengandung dan melahirkan Sakha adalah anugerah terindah. 
Bayi yang saat ini berusia 4 bulan ini sudah membuat saya banyak belajar, bagaimana harus menjadi seorang ibu, membuat saya mengerti bagaimana perjuangan seorang ibu. 
Alhamdulillah banyak potensi dari Allah yang diberikan kepada Sakha. Perkembangan Sakha secara Physical dia sudah sesuai dengan tahap usia perkembangannya, sudah mulai tengkurap, menegakkan kepala dan mulai duduk. Secara Cognitif dia sudah bisa interested in his surrounding, secara linguistik dia sudah bisa mendengarkan dan mengikuti sumber suara, juga terkadang menirukan sumber suara. Secara social emotional dia sudah familiar dengan orang2 terdekatnya, pays more attension. 
Alhamdulillah, progres tumbuh kembang Sakha membahagiakan. 
Proses berikutnya adalah tergantung bagaimana saya menstimulasi dia agar merangsang perkembangannya. Mengembangkan potensinya dan bukan membentuk potensinya. Karena setiap anak sudah Allah bekali faktor X masing masing.

Segumpal dagingku,
Allah pasti punya maksud tertentu, mengapa Allah hadirkan orang-orang terkasih ini didekatku, membersamai mereka adalah cara saya untuk memahami maksud Allah tersebut.
. Menjadi pribadi yang harus terus memperbaiki diri, menjadi pribadi yang harus terus meningkatkan ibadah. 
. Menjadi aktor utama dalam pembinaan keluarga, agar suami makin meningkat ke-qawwamannya, agar anak-anak menjadi anak yang salimul aqidah, shahihul ibadah, matinul khulq dan mutsaqaful fikr. Dan tentunya agar keluarga kami terbebas dari api neraka.
. Menjadi bagian dari masyarakat yang mampu memberi solusi dan menciptakan masyarakat madani.
Dengan potensi yang Allah berikan ini semoga mampu terealisasi. 

Rangkulan tanganku,
Masih bisa dihitung dengan jari berapa lama aku bergabung di lingkungan tempat tinggal sekarang. Tentu Allah punya maksud juga mengapa Allah hadirkan kami di lingkungan ini. Sebuah komplek perumahan baru yang mayoritas penghuninya adalah seumuran. Ini yang menjadi potensi, semoga dari komplek ini tercipta masyarakat madani. Dan saya bagian dari yang berusaha me-madani-kan.

Setiap peran itu unik, secara spesifik saya harus merumuskan hal apa yang harus saya lakukan, diantaranya :
1. Sebagai seorang istri, saya harus terus memupuk rasa cinta kepada suami dan menerimanya apa adanya. Menjadi istri yang taat kepadanya, menjaga hartanya dan menjaga kehormatan saya. Melayani suami dengan istimewa.
2. Sebagai seorang ibu, karena ibu adalah madrasatul 'ula, jadi saya harus menyiapkan konsep pendidikan dan pembinaan untuk anak-anak saya. Merawatnya, mengarahkannya dan membimbingnya. 
3. Sebagai anggota masyarakat, saya harus sering bersilaturahim dengan tetangga, terlibat aktif dalam setiap kegiatan dan harus sering berbagi serta memberikan kebermanfaatan.
4. Sebagai seorang hamba Allah, saya harus terus meningkatkan amal ibadah yaumiyah, terus belajar di universitas kehidupan ini dan terus memperbaiki diri.

Semoga Allah ridhoi, aamiin.


Depok, 5 Juni 2017
#Nicehomework3iip4

Sabtu, 03 Juni 2017

Surat Cinta untuk Mamas

Teruntuk seseorang yg telah mengucapkan janji suci
Teruntuk seseorang yg telah berjanji menafkahi
Teruntuk seseorang yg menjadi pelengkap jemari
Teruntuk seseorang yg selalu membersamai
Teruntuk seseorang yg setia menjadi sandaran hati

Mamas Iyas Sayang.. 💐

Awalnya sempat ragu dan meragukan,
Apakah mamas akan menjadi imam yg terbaik?
Apakah mamas siap menafkahi dedek dan keluarga?
Apakah mamas seorang yg romantis?
Apakah mamas seorang yg siap mendengar curahan hati istrinya?
Apakah mamas seorang yg penyayang?

Banyak pertanyaan yg muncul sesaat sebelum memantapkan diri utk siap dipinang.

Hingga akhirnya, Allah telah menakdirkan aku dan kamu menjadi KITA.

Adalalanya mamas sering ngorok dan menganggu
Adalalanya mamas sering tidak on time
Adalalanya mamas membuat hati tidak tenang
Adalalanya mamas tidak menuruti keinginan 

Namun, dibalik itu semua
Dedek menemukan...
Suami yg amat bertanggungjawab
Suami yg amat menyayangi istrinya
Suami yg amat sabar menghadapi kebawelan istrinya
Suami yg selalu memenuhi kebutuhan istrinya
Suami yg selalu memberikan ciuman dan pelukan 
Suami yg selalu mendengarkan curahan hati istrinya
Suami yg rela mengorbankan suatu hal untuk istrinya
Suami yg tidak pernah protes akan masakan istrinya
Suami yg tidak pernah mencela masakan istrinya
Suami yg mau menerima istrinya apa adanya (walau jarang bilang istrinya cantik 😜)

Tak sanggup dedek mengungkapkan dalam kalimat, sebegitu dedek bersyukurnya, Allah menghadirkan mamas dalam hidup dedek. Menjadi lebih dari sekedar pelengkap jemari, tapi juga belahan hati.

Mamas, 
Maafkan dedek yg sangat bawel ini
Maafkan dedek yg cengeng ini
Maafkan dedek yg suka ngambek ini
Maafkan dedek yg belum jago masak ini
Maafkan dedek yg belum bisa melayani mamas dg baik

Terimakasih telah menjadi ribuan arti bagi dedek

Semoga Allah senantiasa memberkahi setiap langkah mamas
Semoga Allah senantiasa memberikan kesehatan dan panjang umur
Semoga kita menjadi keluarga Sakinah Mawadah Warahmah.

Aamiin..

Dengan penuh cinta,
Dedek, istri mamas dan ibun Sakha.

Minggu, 28 Mei 2017

NICE HOME WORK DAN REVIEW MATERI 2 IIP 4


NICE HOME WORK #2📚
Bunda, setelah memahami tahap awal menjadi Ibu Profesional, Kebanggaan Keluarga. Pekan ini kita akan belajar membuat
📝✅“CHECKLIST INDIKATOR PROFESIONALISME PEREMPUAN”✅📝
a. Sebagai individu
b. Sebagai istri
Buatlah indikator yg kita sendiri bisa menjalankannya. Buat anda yang sudah berkeluarga, tanyakan kepada suami, indikator istri semacam apa sebenarnya yang bisa membuat dirinya bahagia, tanyakan kepada anak-anak, indikator ibu semacam apa sebenarnya yang bisa membuat mereka bahagia.Jadikanlah jawaban-jawaban mereka sebagai referensi pembuatan checklist kita.
c. Sebagai ibu
Buat anda yang masih sendiri, maka buatlah indikator diri dan pakailah permainan “andaikata aku menjadi istri” apa yang harus aku lakukan, “andaikata kelak aku menjadi ibu”, apa yang harus aku lakukan.
Kita belajar membuat "Indikator" untuk diri sendiri. Kunci dari membuat Indikator kita singkat menjadi SMART yaitu: - SPECIFIK (unik/detil) - MEASURABLE (terukur, contoh: dalam 1 bulan, 4 kali sharing hasil belajar)
- TIMEBOND ( Berikan batas waktu)
- ACHIEVABLE (bisa diraih, tidak terlalu susah dan tidak terlalu mudah)
- REALISTIC (Berhubungan dengan kondisi kehidupan sehari-hari)


Review Nice Home Work #2
✅📝

CHECKLIST PEREMPUAN PROFESIONAL📝✅
Pertama yang akan kami katakan adalah SALUT untuk para bunda dan calon bunda peserta matrikulasi Ibu Profesional yang berhasil mengalahkan "rasa" berat untuk mengerjakan nice homework#2 ini. Kalau di Jawa ada pepatah yang mengatakan "Ojo kalah karo wegah" (Jangan mau kalah dengan rasa malas). Karena sebenarnya kalau urusan membuat checklist profesionalisme ini bukan MAMPU atau TIDAK MAMPU melainkan MAU atau TIDAK MAU. Terbukti teman-teman bisa melakukannya di tengah kesibukan yang luar biasa.
Kami sangat menghargai proses teman-teman membuat checklist profesionalisme ini. Mulai dari menanti-nanti jawaban dari suami dan anak bagi yang sudah berkeluarga, maupun melakukan kesungguhan bermain “andaikata aku menjadi istri dan ibu” bagi yang sedang dalam proses memantaskan diri membangun keluarga. Ada yang terkaget-kaget dengan banyaknya list jawaban dari suami dan anak-anak, ada juga yang bingung dengan jawaban dari para suami dan anak, karena terlalu sederhananya keinginan mereka terhadap kita, demi sebuah kebahagiaan.
KOMITMEN DAN KONSISTEN
Dua kata itulah yang akan menjadi kunci keberhasilan kita dalam membuat checklist profesionalisme ini. Buatlah komitmen setahap demi setahap, sesuai dengan kemampuan kita, kemudian belajar istiqomah, konsisten menjalankannya.
Konsistensi kita terhadap sebuah komitmen yang indikatornya kita susun sendiri, akan menjadi pondasi kita dalam menyusun “DEEP HABIT” yaitu kebiasaan-kebiasaan yang dibangun secara terus menerus untuk mendukung aktivitas yang membutuhkan fokus, ketajaman berpikir dan benar-benar krusial untuk hidup kita.
Selama ini disadari atau tidak banyak diantara kita memaknai aktivitas sehari-hari mendidik anak dan mengelola keluarga sebagai aktivitas “Shallow Work”, yaitu aktivitas yang dangkal, tidak fokus, penuh distraksi (gangguan-gangguan) sehingga tidak memunculkan perubahan besar dalam hidup kita, bahkan banyak yang cenderung bosan dengan kesehariannya.
Selama ini status-status dangkal yang terus mengalir di sosial media seperti Facebook (FB) ditambah puluhan notifikasi whatsapp (WA) sering membuat kita terjebak dalam “shallow activities”, kelihatan sibuk menghabiskan waktu, tetapi sebenarnya tidak memberikan hasil nyata bagi perubahan hidup kita.
Harapan kami dengan adanya Checklist Profesionalisme Perempuan ini, teman-teman akan lebih fokus dalam proses “peningkatan kualitas diri” kita sebagai perempuan, istri dan ibu, meski kita menggunakan media WA dan FB sebagai kendaraan belajar kita, Sehinga bisa mengubah aktivitas yang dulunya masuk kategori “SHALLOW WORK” menjadi “DEEP WORK” (aktivitas yang memerlukan fokus, ketajaman berpikir sehingga membawa perubahan besar dalam hidup kita).
Untuk itu mari kita lihat kembali Checklist kita :
🍀1.Apakah kalimat-kalimat di checklist itu sudah spesifik? misal kalimat "akan mengurangi aktivitas gadget selama di rumah" akan lebih baik anda ganti dengan, setiap hari akan menentukan Gadget hours selama 2 jam.
🍀2.Apakah kalimat-kalimat di checklist sudah terukur? misal "Menyelenggarakan aktivitas ngobrol di keluarga", akan lebih baik kalau diganti dengan " Sehari minimal menyelenggarakan 1 x family forum (ngobrol) di rumah bersama keluarga"
🍀3.Apakah checklist yang kita tulis mudah dikerjakan dengan tambahan sedikit usaha? Misal sehari akan membaca 2 buah buku tentang pendidikan? ukur diri kita apakah mungkin? karena selama ini sehari-harinya kita hanya bisa membaca paling banyak 10 halaman. Maka akan lebih baik kalau anda ganti. Membaca 15 lembar buku parenting setiap harinya.
Sesuatu yang terlalu susah diraih itu akan membuat kita stress dan akhirnya tidak mengerjakan apa-apa, tetapi sesuatu yang sangat mudah diraih itu akan membuat kita menyepelekan.
🍀4. Apakah tantangan yang kita tulis di checklist ini merupakan tantangan-tantangan yang kita hadapi sehari-hari? misal anda adalah orang yang susah disiplin selama ini. maka sangat pas kalau di checklist anda tulis, akan berusaha tepat waktu di setiap mendatangi acara IIP baik offline maupun online. Jadi jelas memang akan menyelesaikan tantangan yang ada selama ini.
Kembali ke istilah jawa ini namanya "gayuk...gayuk tuna" (contoh kasus, kita mau ambil mangga di pohon yang posisinya tidak terlalu tinggi, tetapi cukup berusaha dengan satu lompatan, mangga itu akan bisa teraih. Tidak juga terlalu pendek, sambil jalan aja kita bisa memetik mangga tersebut. Biasanya jadi tidak menghargai proses)

🍀5. Berikan batas waktu pada proses latihan ini di checklist. Misal akan membaca satu buku satu minggu selama bulan Juni. Akan belajar tepat waktu selama 1 bulan pertama mulai Juni 2017.
Kelima hal tersebut di atas akan memudahkan kita pada proses evaluasi nantinya.
Silakan di print out, dan ditempel di tempat yang kita lihat setiap hari.
Silakan teman-teman lihat kembali checklist masing-masing. Kita akan mulai melihat seberapa bekerjanya checklist itu untuk perkembangan diri kita.
Salam Ibu Profesional,
Ijinkan suami dan anak-anak memberikan penilaian sesuai dengan yang kita tentukan. Andaikata tidak ada yang mau menilai, maka diri andalah yang paling berhak menilai perkembangan kita. Berusaha JUJUR kepada diri sendiri. /Tim Matrikulasi IIP/ Sumber Bacaan : Deep Work, Cal Newport, E book, akses 30 Oktober 2016.
Hasil Nice Home Work #2, peserta program Matrikulasi IIP batch #4, 2017
Materi “MENJADI IBU PROFESIONAL” program Matrikulasi IIP, batch #4, 2017
⁠⁠⁠⁠08:11⁠⁠⁠⁠⁠

Intan LianaAnda
Kamis
⁠⁠[16:10, 25/5/2017] Intan Liana: ⁠⁠⁠