Tampilkan postingan dengan label curcol. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label curcol. Tampilkan semua postingan

Jumat, 11 Oktober 2013

Bermain Peran

Begitu bersyukur ketika aku bertemu dengan dirimu, dirimu dan dirimu. Dengan berbagai karakter aku belajar darimu, memperhatikanmu disetiap aktivitasmu, tanpa harus kau tahu, tapi bukan kepo ya..

Dan, dirimu, dirimu dan dirimu, kelak akan punya peran masing-masing, apapun cita-asamu, aku hanya berdoa semoga dirimu makin bermanfaat untuk umat..

Beginilah liku perjalanan hubungan kita, dengan peran yang sedang kita perankan. Kita punya spesialisasi masing-masing yang menjadi kunci masa depan kita. Well, ini ekspresi kerinduanku pada dirimu, dirimu dan dirimu yang mulai dan semakin larut dalam peran masing-masing..

Selarut apapun, kau boleh melupakan aku, tapi jangan sampai kau lupakan Allah, dan dakwah ini yang telah rela membersamaimu.. Begitu juga dengan diriku. Semoga menjadi pengingat..

Aku yang bukan milikku, selalu mencintaimu ^^

Senin, 30 September 2013

Menanti Kejutan Bahagia

Entah kapan kejutan itu akan tiba, tapi yakin ia akan hadir pada waktu yang tepat. Proses yang saat ini dialami adalah adalah cara Allah untuk menyiapkan diri menuju peran yang lebih besar lagi, maka Allah sedang menambah kapasitas diri kita dengan berbagai pola ujian. Cepat atau lambat, bila kita sabar, ikhlas dan tekun kejutan bahagia itu pasti akan datang. 

Allah menyiapkan peran yang berbeda-beda pada setiap hambaNya, maka treatment yang diberikan juga tentulah berbeda, jangan merasa kecil apalagi iri dengan yang lainnya. Kita diciptakan dengan sejuta pesona masing masing. Bersyukurlah..

#dan, skripsi sedang berproses pun bukan berarti Allah mempersulit jalan, tapi Allah sedang membuka peluang kebaikan di sisi lain. Stay on the track, Allah Maha tahu yang terbaik untuk hambaNya..

#dan, jika lulus adalah salah satu kado terindah untuk membahagiakan orang-orang disekitar kita, maka mari kita songsong dengan penuh kesungguhan, dengan itu Allah akan menyiapkan kado terindah pula :D

Senin, 06 Mei 2013

Bahagia itu = Bermanfaat



Khayalku  memang tak mau berhenti di satu tempat saja, saat aku memotongi laminasi bakal PIN dan ganci, saat aku menyapu halaman di Loetju Semarangan. Atau saat mendengarkan Boss berbagi pengalamannya setiap saat. Satu yang hingga kini terus menggelayut dibenakku. Tentang hidup ini, tentang kebermanfaatan.

Dalam kamus hidupku, kebermanfaatan memiliki proporsi yang tinggi dalam barisan target hidupku, bahkan itu menjadi syarat utama dalam setiap gerak-gerikku. Kendati demikian, aku belum punya standar ideal sebuah niat dan tindakan itu berujung pada sebuah kebermanfaatan bersama (red: umat). Barangkali pembaca punya referensi buku ataupun kisah untuk bisa ku pelajari, untuk menjawab hal itu.

Setiap aktivitas yang sedang aku jalani ini harus berujung pada kebermanfaatan untuk orang lain, tanpa mengesampingkan diriku tentunya. Hanya saja, siapa yang akan merasakan kebermanfaatan ini. Mulai memutar otak. Sudah belum ya, atau jangan-jangan aku hanya terjebak pada rutinitas yang berlandaskan kepentingan pribadi, tanpa disadari.
Secara teori memang gamblang, bahwa sungai-sungai itu pada akhirnya akan bermuara kelautan yang luas. Begitu pula dengan hal-hal kecil yang kita lakukan, tentunya yang berlandaskan asas kebermanfaatan. Aku yakin, akan bermuara pada kebermanfaatan bersama.

Tapi mimpiku lebih dari lautan yang luas,

Kamis, 06 Desember 2012

Bersamamu

Saatnya terbangun, kami ternyata sudah melewati kurun waktu lebih dari tiga tahun. Dan tahun depan kami akan memasuki tahun ke empat. Disadari atau tidak banyak hal sudah kami rasakan dan alami. Kalau dituliskan dalam lembaran kertas, pastilah sudah tidak cukup. Susah senang kami lewati bersama, saling berbagi, bahkan sesuap nasi pun kami bagi., sudahlah.

Hingga sekarang, aku baru menyadari dan bertanya. Satu tahun lagi, kami masih bersama gak ya.. atau mungkin kami akan terpisah?

Aku masih ingin terus bersamanya, selama ia masih butuh diriku. Walaupun sejatinya aku juga membutuhkannya, untuk bekal masa depanku diakhirat,.

Memang, ada kekhawatiran tentang kebersamaan dan keistiqomahan ini. Kelak ketika aku sudah tidak di bangku kuliah, apakah masih akan memperjuangkamu? Apalagi ketika nanti aku sudah menyempurnakan agamaku. Masihkah aku setia padamu?
Ditambah lagi, banyak godaan saat ini. Lagi-lagi aku takut tergoda.

Entahlah, aku percaya pada Allah saja. Stay on the track and the team.

Bismillah,semoga tetap istiqomah.


Senin, 03 Desember 2012

Kontemplasi

-->

Aku merasa lelah dengan fase ini
Merasa bahwa aku adalah orang yang terlemah ketika itu
Menjadi orang yang tidak berguna, itulah pikiranku
Teramat berat rasanya beban yang aku pikul.
Walaupun aku meyakini, Tuhan tidak akan meninggalkanku
Tapi kala itu, imanku tak sekuat itu.

Hingga aku memohon padaNya,
Beri saja aku sakit,
Mohon kuatkan atau lemahkan
Pertanda keputusasaan sedang mendera tajam
Lelah rasanya,
Aku  hanya butuh teman bicara dan berbagi,
Agar aku tidak future kala itu
Paling tidak, ada yang terus mengingatkanku akan Kuasa Tuhanku

Sabtu, 17 November 2012

PHP-Pemberi Harapan Palsu


Ku cinta dirinya, tapi aku lebih cinta pada Allah,
Aku pernah berharap, ia akan menjadi pendampingku,
Tapi, kenapa harus berharap pada manusia yang juga pernah salah,
Berharaplah hanya pada Allah semata.


Kamis, 01 November 2012

Di Kader Jadi Mantu!

"Aminah, sudah punya pacar?" tanya beliau.
"Belum pak, dan insyallah tidak pacaran" tukas saya.

"hmm., mau langsung nikah gitu?" sahut beliau.
" :) " hanya bisa senyum.

"Bapak Aminah kerja apa?"
"Bapak jualan mainan anak-anak keliling pak, di Jakarta.."
"Oh, yah, gak usah minder,. bla bla bla"


Sabtu, 20 Oktober 2012

Di Surga Katanya

Kak, Bagaimana kabar kakak disana?
Aku merindukanmu Kak.,
Aku harap Kakak selalu bahagia disana.,

Kak, kasih tau Aku dong, gimana enaknya disana?
Aku belum bisa mbayangi lhoh.,
Kata orang Surga itu adem ya Kak,
Gimana harumnya bunga Kasturi, Kak
Gimana suara gemericik merdu sungai-sungai disana.,
Disana banyak buah-buahan ya Kak.,
Wah,. Aku pengen kesana Kak.,


Rabu, 10 Oktober 2012

Iseng-iseng :)

JEND: Etravert, Intuitif, Feeling, Jugding...

ENFJs are the benevolent 'pedagogues' of humanity. They have tremendous charisma by which many are drawn into their nurturant tutelage and/or grand schemes. Many ENFJs have tremendous power to manipulate others with their phenomenal interpersonal skills and unique salesmanship. But it's usually not meant as manipulation -- ENFJs generally believe in their dreams, and see themselves as helpers and enablers, which they usually are.
ENFJs are global learners. They see the big picture. The ENFJs focus is expansive. Some can juggle an amazing number of responsibilities or projects simultaneously. Many ENFJs have tremendous entrepreneurial ability.

Rabu, 12 September 2012

CBSA, ada ada saja?!

CBSA,
mungkin anda sering mendengar kepanjangannya dengan Cara Belajar Siswa Aktif, tapi CBSA yang ini istilah yang disadur dari aktivitas para al-akh dan al-ukh (tidak semua lho).,
Cinta Bersemi Sesama Aktivis. Ngeri cuy! Banyak kejadian ternyata..
Dalam hal ini, memang harus menjadi bahan perhatian dan WARNING tersendiri untuk para aktivis, karena tidak jarang ditemukan berbagai kasus yang melanda para kawula muda yang sedang kasmaran, dan berada dalam satu wajihah (red: organisasi). Sah-sah saja, suka, cinta, tapi jangan sampai menghantarkan diri menuju nafsu syaiton dan mengalahkan cinta kita kepada Allah.
Sebagai pengingat diri. Interaksi kita, dalam satu organisasi bisa saja berlebihan dan keluar dari batas profesionalitas dan unsur syariat. Itu yang harus diperhatikan. Jaga interaksi, supaya tidak terjerumus dalam CBSA..
Ya Muqollibal Quluub.. jagalah selalu hati-hati kami untuk Mu dan untuk orang yang masih Engkau jaga untukku :)

Kamis, 06 September 2012

Doa Ibu


Kita berawal di dunia ini melalui seorang malaikat yang berhati mulia, ia rela mengandung kita dalam waktu yang tidak singkat, sembilan bulan. Dalam perjalanan hidup kita, ia adalah orang yang jasanya tak akan pernah terbalas hingga akhir hayat kita.
Ibu, ia tidak pernah mengeluh, betapa sakitnya ketika harus mengandung kita. Ia tidak pernah meminta balasan atas pengorbanannya selama merawat kita, menyekolahkan kita, menyedot ingus dari hidung kita dan ia tidak pernah meminta balasan terhadap seluruh biaya yang telah ia keluarkan untuk kita.
Kasih ibu sepanjang hayat, kasih anak sepanjang galah. Kita tidak akan mampu mengganti semua yang telah ibu berikan kepada kita. Sungguh, siapa yang harus kita hormati di dunia ini; Ibu, Ibu, Ibu, Ayah.
Ibuku..
Beliau adalah pendidik yang luar biasa, guru yang luar biasa. Banyak orang yang iri kepada ibu saya, tentang bagaimana ia mendidik anak-anaknya. Notabene, lingkungan kampung kami bukanlah lingkungan yang mendukung untuk pergaulan yang sehat.
Ma’e, saya memanggilnya..
Beliau adalah orang yang sangat berpengaruh dalam keberhasilan yang saya capai hingga saat ini. Benar, keberhasilan kita bukanlah atas usaha kita sendiri, melainkan ada dorongan dari banyak pihak. Sejatinya, kalau kita sukses, sungguh itu adlah kesuksesan dan keberhasilan orang tua kita yang telah mendidik kita menjadi seperti ini.
Sepanjang ini, Doa ibu senantiasa menyertai langkah saya. Doa ibu sangat manjur. Peringatan ibu pun juga manjur. Maka, jangan sekali-kali melanggar perintahnya, tanpa ridhonya, fatal akibatnya.
Hingga, Ibu pun senantiasa menanyakan apa doa yang ingin saya sampaikan kepada Allah, melalui ibu. Insyallah, makbul. Saya yakin itu.
Di setiap penghujung telepon, tak pernah lupa memohon doa dan ridho dari Ibu. Sungguh, ridho Allah tergantung Ridho orang tua (Ibu).
Maka, Ya Allah...
Lindungilah malaikatMu itu, yang senantiasa menjagaku, mendoakanku..
Jagalah ia, yang senantiasa rela berkorban untukku..
Sungguh, aku belum mampu membalasnya, tapi aku mohon balas ia dengan kemuliaan dari Mu..
..Allahummaghfirlii wali wali daya warham huma kama rabbayanii shaghira..

Selasa, 28 Agustus 2012

Menikah?

Menikah, menyempurnakan separo dinnullah, menjalankan ibadah sunah Rasulullah.
Tidak jarang di usia kita sekarang (19-20an) mulailah ada perasaan dan keinginan untuk menunaikan hajat tersebut, bahkan menikah bukan menjadi sebuah bahasan yang tabu untuk dibicarakan –beramai-ramai-. Dan tidak sedikit yang sudah menunaikannya diusia kita sekarang. Bahkan bukan hal langka bagi Al Akh dan Al ukh (di usia sekarang) memiliki niatan untuk menunaikan sunah tersebut. Entah karena memang sudah siap atau sekedar keinginan atau malah karena nafsu. Naudzubillah.

Maukah Anda menikah? Ya, tentulah setiap orang mau menikah. Tetapi waktu yang akan membedakannya. Dan setiap orang pastilah punya targetan untuk hal itu.
Tapi jangan buru-buru, sudah siapkah Anda dengan segala resikonya? :P

Kalau pertanyaan itu dbalikkan kepada saya,
Memang, keinginan itu ada, normal. Tetapi bukan menjadi point pertama dalam targetan hidup saya saat ini. Bahkan menjadi point yang kesekian. Walaupun guyonan saya dengan teman-teman –saya nikah tahun 2013- hahaha. Belum, belum terpikir sejauh itu. kalaupun sempat terpikir, pikiran itu akan tertabrak dengan realita. Bahwa saya adalah anak sulung yang memiliki tanggungan seorang adik yang menjadi tanggungan saya, bahwa saya adalah anak sulung yang telah banyak menguras tenaga, waktu dan materi orang tua saya, sehingga harus ada hal yang saya persembahkan untuk keduanya sebelum saya berkeinginan untuk menikah. Asal kita tahu, kalau sudah berbenturan dengan realita dan tanggung jawab setelahnya, maka perasaan menggebu untuk menjalankan sunnah tersebut akan membuat kita berpikir berkali-kali untuk menunaikannya.
Tak perlu khawatir dan terburu-buru kawan, rezeki, jodoh, maut, dan kebahagiaan kita sudah ada yang mengatur, melakukan yang terbaik adalah ikhtiar yang mulia untuk kita.
Sekali lagi, pertanyaan yang harus direnungkan,
Saat ini, sudahkah bermanfaat untuk orang lain?
Kalaupun kelak menikah, adakah jaminan kita masih berdakwah?
Berbenah diri dan mensholehkan diri menjadi bekal nanti..
*hehe, just share :D

Kamis, 02 Agustus 2012

Disebut-sebut, salah sebut :)

namaku disebut-sebut saat aksi.. eh., salah sebut..haha

http://jaringnews.com/politik-peristiwa/umum/18927/penerima-beasiswa-dompet-dhuafa-demo-di-semarang

http://www.lensaindonesia.com/2012/07/18/bundaran-videotron-semarang-dilurug-mahasiswa.html

Senin, 14 Mei 2012

Refleksi



Ya Rabb..
Rasanya aku ingin menangis sejadi-jadinya di hadapanMu..
Rasanya aku ingin bersujud dalam waktu yang lama, bahkan disisa waktuku ini..

Ya Rabb..
Aku memang hanyalah seorang manusia yang lemah dan hina,
mungkin saat ini aku sedang butuh penguatan..
aku sedang butuh sandaran..

Ya Rabb.. Kuyakin,
Engkau tidak akan meninggalkan hambaMu ini..
Karena setiap fase yang ku lewati adalah rencana indah dariMu..

Ya Rabb...
Aku tahu, bahwa Engkau tidak akan mengujiku di luar batas kemampuanku..
Aku tahu, Engkau punya rencana indah atas semua ujian yang kau tempakan padaku..
Aku tahu, Engkau ingin menjadikan aku lebih baik lagi..
Karena itu, Engkau mempercayakan semua itu padaku

Tapi ya Allah...
Aku merasa lemah..
Aku merasa tak pantas..
Walaupun banyak yang menguatkanku di jalan ini..
Aku hanya ingin jawaban dariMu, Ya Rabb..

Sungguh..
Aku berserah padaMu atas apa yang Kau takdirkan padaku..
Termasuk berjuang dijalan ini..
Sungguh memang terasa berat dan letih..
Tapi Engkau berjanji akan menguatkan hambaMu...

Aku percaya itu..

Dan Sungguh, aku hanya ingin hidup dan mati dijalanMu..
Mengabdi kepadaMu...
Dekat denganMu..

Maka, Kuatkanlah Aku dan orang-orang yang berjuang dijalanMu..
Maka, lindungilah Aku dan orang-orang yang berjuang dijalanMu..
Maka, Cintailah Aku dan orang-orang yang berjuang dijalanMu..
Sungguh, kuyakin cintaKu pasti Kau balas...

Aku percaya itu...

Kamis, 12 April 2012

Teh dan Kopi


Didunia ini memang tidak ada yang kebetulan, semuanya sudah dituliskan olehNya. Segala kesamaan dan perbedaan sudah menjadi sunnatullah. Begitu pula dengan keberadaan saya dan Anda di dunia ini. Hingga saya menemukan banyak hal yang menyerupai sifat maupun jalan hidup yang saya lalui.

Dan, beberapa kesamaan yang ada pada orang yang sama adalah:
- Kami sama-sama studi di fakultas Peternakan Undip, walaupun beda angkatan
- Kami perempuan, :p
- Kami berkulit hitam, tapi manis. hehe
- Kami sama-sama diterima di Beastudi Etos wilayah Semarang
- Saat pertama ke Asrama, saya satu kamar dengan beliau
- Kami sama-sama menyukai tantangan
- Kami sama-sama orang pramuka. Hingga saya juga mendaftar di Racana Diponegoro. Dulu beliau menjadi HUMAS di RD
- Kami sama-sama satu departemen di BEST (Badan Eksekutif Etoser) yaitu dept DAGRI
- Kami pernah satu departemen juga di PSDM BEM
- Hingga keberjalanannya, beliau menjadi Pemangku Adat Racana Diponegoro. Dan, saya pun juga, sekarang masih mengemban amanah sebagai Pemangku Adat RD
- Mencoba-coba, beliau menjadi Mahasiswa Berprestasi 1 FP, dan saya ditahun berikutnya menjadi Mawapres 2 FP.
- Hingga beliau menderita 'vertigo', saya pun juga.
- tapi bukan follower :)

Entahlah, mengapa bisa begini. Yang belum saya ungkap adalah, mengapa KOPI dan TEH?

Kami, punya seorang kakak yang amat menyayangi kami. Saya sangat merasakan betapa enaknya punya kakak. Kak Sonokeling, yah itu beliau. Memanggil saya dengan sebutan "TEH" dan memanggil 'beliau' dengan sebutan "KOPI". Begitulah indahnya romansa hidup kami :p

Semuanya, telah diatur oleh Allah Azza wa Jalla. Tidak ada yang bisa memungkirinya. Karena 'beliau' telah menginspirasi hidup saya, menjadi bagian dari hidup saya.

Terimakasih, Kak Soka dan Kak Sonokeling -Diponegoro-

Selasa, 03 April 2012

Belum Berfasilitas, Tetap Tuntas!



Bersyukurlah bagi orang-orang yang belum memiliki fasilitas pendukung, khususnya sarana dan prasarana kuliah. Tenang saja, karena pertolongan Allah itu dekat dan datang dari arah yang tidak disangka-sangka. Maka, mari Bersyukur atas apa yang Allah berikan pada kita. Sejatinya tidak ada perbedaan yang nyata antara yang berfasilitas maupun belum. Yang membedakan paling-paling mengenai tingkat efektivitas dalam pengerjaannya, bagi yang belum berfasilitas butuh sedikit perjuangan untuk bisa menyelesaikannya. Tapi, hal itu tidak kemudian menjadi alasan untuk tidak berkembang, tidak produktif atau bahkan malas-malasan dalam berkarya. Mari kita ubah hal itu.

Dan, kali ini saya sangat bersyukur. Walaupun belum berfasilitas, banyak saudara-saudara yang berkenan membantu saya. Walau tak jarang ketika meminjam suatu fasilitas, sering mendapat penolakan. Yah, karena beliau-beliau sedang membutuhkannya kala itu. POsitif Thinking aja:)

Satu hal yang harus membuat semangat kita semakin terbakar dan tidak mau ketinggalan dengan yang berfasilitas, adalah kita punya daya ekstra untuk mencapai apa yang ingin kita usahakan karena Allah. Dan ketika kita meyakini bahwa kita BISA,maka Kita BISA!. Toh,hasilnya yang menentukan adalah tingkat kerja keras kita. Karena Allah semata. Belum tentu yang berfasilitas lebih baik dalam berkarya. Wallahu'alam.

hanya sekedar memotivasi diri agar senantiasa bersyukur dan berikhtiar:)

Sabtu, 17 Maret 2012

Bingung (?)

Kau hadir, kira-kira 2 tahun yang lalu..
Memasuki ruang hidupku, dan juga hatiku..
Tanpa sadar aku telah tercuri..
Tanpa ada yang tahu kapan itu terjadi..
Yang pasti, ada yang mencurinya dariku..

Aneh rasanya,


*hahaha., ngawur.com

Senin, 30 Januari 2012

Menikmati Dinamika, Ipe Dua Koma

Bagi sebagian bahkan kebanyakan orang, mendapat IP (indeks prestasi) dibawah 3 merupakan hal yang sangat menyakitkan. Mungkin. IP merupakan salah satu parameter keberhasilan seorang mahasiswa di ranah akademik. Bisa dibilang begitu. Hal yang sangat membanggakan apabila IP seorang mahasiswa itu kumlaud, bahkan summa kumlaud. Waw. -keren ya- kata sebagian orang.

Dan, dinamika saat ini yang sedang saya alami adalah -ipe dua koma-. Sesuatu yang kebanyakan teman-teman saya menganggap hal ini sesuatu yang menyedihkan. Ya, bisa jadi. Tapi tidak bagi saya.

Hasil yang saya dapatkan di semester ini bukanlah puncak dari segalanya, justru inilah awal bagi saya untuk terus bangkit dan belajar. Karena itulah hasil yang terbaik dari NYa dan untuk saya. Tetap bersyukur apapun hasilnya.

Sebagai bahan evaluasi, bagaimana sepak terjang saya selama semester 5 ini. Bisa dibilang -amburadul-kacau-dan sebagainya. "Ganjaranmu, sesuai kadar lelahmu" HR.Muslim. Allah Maha Adil.
Mari instropeksi diri! Tidak boleh mengeluh, menyesal dan terpuruk!
Hidup dan kuliah tidak berakhir pada IP kumlaud, summa kumlaud, ipe dua koma, bahkan -nasakom- (nasib ipe satu koma). Yuk, diperbaiki! Masih ada kesempatan! -self talked-

Berbicara IP, yang menjadi gerbang dan tolok ukur mahasiswa untuk melamar pekerjaan. Pada tau kan, IP itu cuma pra syarat awal, apakah kita berhak untuk menuju tahap berikutnya. Hal yang paling dilihat adalah, kompetensi, kapasitas dan kapabilitas, kemampuan berkomunikasi, bekerjasama dsb yang terangkum dalam sebuah kata bernama softskill.

Yah, apapun itu, saya senang bisa menikmati dinamika ini. Karena hidup saya tidak hanya untuk mengejat IP.. :p
Semoga Allah meridhoi setiap apa yang kita lakukan.
Jangan Patah arang..
Allah is always by ur side!

-thanks God-

Sabtu, 14 Januari 2012

Calon Arsitek! :)


Ini adalah adik kesayangan saya, namanya Abdullah Ibnu Pramono. Bukan untuk pamer atau apalah, tapi hanya ingin berbagi. Karena saya sedang merindukannya. Bahwa saya sangat bersyukur punya adik seperti dia.

Dia lahir pada tanggal 23 Juli 2000. Sekarang kelas 6 SD, tubuhnya kecil dan berkulit sawo matang, dia luar biasa bagi saya. Selama ini dia kurang perhatian dari saya, sejak kecil ia terbiasa hidup mandiri. Seperti tidak mendapatkan hak dari seorang kakak yang seharusnya selalu membimbing, menemani dan mengarahkan. Tapi beda dengan dia, sejak kecil sudah terbiasa hidup keras. Jarang mendapat perhatian dari saya maupun kedua orang tua saya.

Saya, "sibuk" dengan urusan saya sendiri. Dari SMA saya sudah merantau hingga sekarang. Wajar, perhatian dari saya sangat kurang. Bapak, beliau merantau juga ke Jakarta dan jarang pulang. Ibu, karena membantu menopang kegiatan ekonomi keluarga, mengharuskan Ibu harus kerja (bekerja pada orang lain), otomatis berangkat pagi dan pulang pun senja hari.

Segala kesiapan dari pagi hari, hanya disiapkan seadanya oleh Ibu. Dia melakukannya sendiri. Kadang saya merasa berdosa, Dulu saat masih "diatas" dan saat saya masih anak-anak apapun yang saya inginkan selalu dipenuhi. Sekarang, adikku belum merasakannya.

Tapi, Alhamdulillah. Dia amat bijak walau umurnya terpaut 10 tahun dari saya. Tidak pernah protes terhadap apa yang ia rasakan saat ini. Beda dengan anak-anak kebanyakan yang selalu menuntut setiap apa yang menjadi keinginannya. Ia tak pernah meminta, managih, ataupun menuntut pada kami. Kalau mengingnkan sesuatu pasti tanya dulu, "mak, mae lagi duwe duit ora?". Selalu mengerti keadaan Ibu. Kalau saya pulang dari Semarang, setiap saya tanya mau minta oleh-oleh apa dari Semarang jawabnya, "Sing penting Mbak Endik muleh, aku ora njaluk opo-opo". Mengharukan.

Dari kecil, kami terbiasa dikerasi oleh Ibu. yang membuat kita terus berpikir untuk mencari cara "bagaimana melakukan sesuatu". Beda dengan saya, watak adik cukup keras tapi tekun.

"Oh, Ibnu.. Mbak Yendy kangen sekali.. kamu gengsian sih.. gak mau bilang kalo kangen sama mbak.. Mbak kangen dipanggil Tembem gingsul sama kamu"

Doaku untukmu adikku, Calon Arsitek Peradaban..
Semoga Allah senantiasa melimpahkan berkah kepadamu, kepada bapak dan ibu.
Semoga Allah memudahkan setiap langkahmu untuk menggapai mimpimu, katanya mau jadi Arsitek ? :p
Semoga Kau jadi orang yang berguna bagi sesama, berbhakti pada orang tua,
Semoga kau adalah salah satu dari MUJAHID yang Allah kirimkan ke Bumi ini,
Jadilah anak yang berguna bagi nusa bangsa dan agama ya Ganteng :)
dan barisan doa yang tak mungkin mbak tuliskan.

Salam kangen dari kakakmu di rantauan.