BBG Al ilmu:
Bismillah...
Pelajaran untuk para Orang Tua tentang Pendidikan Anak
Ada 27 Kajian yang menarik dan sangat penting bagi pertumbuhan karakter anak
Disampaikan secara apik, lugas dan jelas dari sudut pandang agama dan psikologis
Sangat dianjurkan untuk para ortu yang baru pemula mempelajari agama Islam, karena beliau cara penyampaiannya santai dan mudah dipahami..
oleh : Ustadz Abdullah Zaen, MA.
.
01 - Adil Terhadap Semua Anak (40 Menit)
https://www.youtube.com/watch?v=XacZewBekuA
.
02 - Ajarkan Quran kepada Anak (50 Menit)
https://www.youtube.com/watch?v=WT_jxv9JFGk
.
03 - Ajarkan Bahasa Arab pada Anak (50 Menit)
https://www.youtube.com/watch?v=pduBAgqkohY
.
04 - Ajarkan Hadits pada Anak (48 Menit)
https://www.youtube.com/watch?v=t_8DKZl2pb0
.
05 - Anak adalah Amanah Allah (38 Menit)
https://www.youtube.com/watch?v=Ax1PiqTTCTk
.
06 - Anak adalah Anugrah dan Ujian (40 Menit)
https://www.youtube.com/watch?v=eLt9ZcHSnKU
.
07 - Anak dan Dasar Keilmuan (58 Menit)
https://www.youtube.com/watch?v=2Z3gBXxmpl4
.
08 - Anak dan Ilmu Dunia (46 Menit)
https://www.youtube.com/watch?v=rpujiGSIkAA
.
09 - Anak dan Kejujuran (55 Menit)
https://www.youtube.com/watch?v=7zHXLjXpE78
.
10 - Anak dan Kreatifitas (46 Menit)
https://www.youtube.com/watch?v=uTExETv9ygI
.
11 - Anak dan Membaca (52 Menit)
https://www.youtube.com/watch?v=Yqhke64Qay0
.
12 - Anak dan Menjaga Rahasia (53 Menit)
https://www.youtube.com/watch?v=jggYGPmi7-w
.
13 - Anak dan Lapang Dada (50 Menit)
https://www.youtube.com/watch?v=qJTwh6OqR6Y
.
14 - Anak dan Amanah (50 Menit)
https://www.youtube.com/watch?v=seYGNXN2xkU
.
15 - Berikan Bingkisan Hadiah (50 Menit)
https://www.youtube.com/watch?v=i0dvk6ov-to
.
16 - Berikan Sambutan Hangat (43 Menit)
https://www.youtube.com/watch?v=nqy6_epHKEQ
.
17 - Bermain dan Bercanda (50 Menit)
https://www.youtube.com/watch?v=V9TWLPDQ-Qc
.
18 - Hindari Mencela Anak (56 Menit)
https://www.youtube.com/watch?v=z5myM8VF2so
.
19 - Istimewakan setiap Anak (52 Menit)
https://www.youtube.com/watch?v=w50c_i7ESQM
.
20 - Jangan sampai Setan Menyentuh Anak (44 Menit)
https://www.youtube.com/watch?v=DJm3aDoNts8
.
21 - Kecupan Kasih Sayang (46 Menit)
https://www.youtube.com/watch?v=gTL44m7NSsU
.
22 - Permainan untuk Anak (51 Menit)
https://www.youtube.com/watch?v=ZRSJ1l6rcVY
.
23 - Manfaatkan Hari Istimewa (46 Menit)
https://www.youtube.com/watch?v=JsncHBfvMF8
.
24 - Keminderan Anak (48 Menit)
https://www.youtube.com/watch?v=scASE9bj0fA
.
25 - Menjaga Perasaan Anak (48 Menit)
https://www.youtube.com/watch?v=MnP5Xi_q3G4
.
26 - Anak Tidak Percaya Diri (43 Menit)
https://www.youtube.com/watch?v=_N5-216yU6c
.
27 - Rumah adalah Sekolah (34 Menit)
https://www.youtube.com/watch?v=87PMRXT6-mk
๐ข *Republished By:*
๐ ๐๐ข๐AL-ILMU
๐ [ ๐ ] BBG Al-Ilmu
๐ด๐น๐ท๐ป๐ท๐น๐ด
Sabtu, 25 Maret 2017
Daftar Dokter sekaligus Konselor Menyusui yang ahli Frenotomi
Semakin banyak konselor menyusui (KM) dan tenaga kesehatan yang sadar tentang adanya Tongue Tie dan Lip Tie yang berpotensi membuat ibu gagal menyusui dan bayi gagal menyusu padahal sudah diposkat sedemikian rupa malah kadang sudah mendatangi beberapa KM untuk konseling dan masalah tidak kunjung selesai... (ujung2nya bahkan terkadang diberi dot, ASI mengering, bayi gagal tumbuh dan diberi susu formula)... belum lagi ketika mengalami puting lecet, payudara bengkak, mastitis bahkan abses payudara... Hal ini menjadi drama yg sangat menyakitkan... padahal *Menyusui Tidak Boleh Sakit* (kecuali di bagian perut krn oksitosin yg menyebabkan kontraksi rahim)
Maka terlampir daftar nama para KM Medis yg dapat menangani kondisi tsb. Upaya frenotomi sederhana dan relaktasi serta suplementasi menjadi pilihan yang sangat membantu...
Terimakasih untuk para Dokter Bedah dan praktisi ahli baik yang Nasional maupun Internasional yang telah memberi wawasan juga telah mengajarkan cara frenotomi kepada tenaga2 medis (dokter) yang KM untuk tidak takut melakukannya demi membantu ibu berhasil menyusui dan membantu bayi menyusu ke Ibunya... Salam Menyusui!!!
Daftar nama2 dokter (yang juga Konselor Menyusui) yang mengerjakan tindakan frenotomi (insisi tongue tie dan lip tie)
1. Dr. Agusnawati Munandar, IBCLC, CIMI (RSIA KMC dan RS Puri Cinere)
2. Dr. Ira R, IBCLC Maira Superstore ( RS. Meilia Cibubur)
3. Dr. Anjar Setiani SpA (RSIA KMC dan RSU Jagakarsa)
4. Dr. Kadek Suarca SpA (RSU Wangaya Denpasar & RSU Bali Jimbaran Kuta Selatan)
5. Dr Made Indra Waspada, SpA, CIMI (RSIA KMC)
6. Dr. Agustina Santi Lie, MSc, SpA, CIMI, IBCLC (RS Siloam Bali)
7.Dr.Dery (RSIA KMC)
8. Dr. Ika Ayu Paramita (RS Permata Depok-Puskesmas Beji)
9. Dr. Maharani Bayu, IBCLC Maharani Bayu (RSIA Evasari dan RSIA Aulia)
10. Dr Siti A. Ridha (Apotek Karunia-RSUD Bontang-Kaltim)
11. Dr. Dyah Febri (RSIA KMC)
12. Dr. Siti Habsyah Masri M.Ked(Ped), CIMI (Ped) - Rumah Singgah Menyusui Bunda Icha Medan. Jadwal praktek sesuai perjanjian dan Klinik Laktasi RS Advent Medan.
13. DR. dr. Dian Yudianita Kesuma, SpA(K) Palembang hp 08127133908
14. Dr.Made Tirtha Yasa, SpA ( RSI BONTANG )
15. Dr. Ameetha Drupadi CIMI (RS Puri Cinere)
16. dr.Yudith Angeline (RSIA YPK MANDIRI dan RSIA KMC)
17. Dr. Wilda Mas'ud (RS Budi Kemuliaan dan RSIA KMC)
18. Dr. Viranda PM (RS Puri Cinere)
19. Dr Marini Sartika Dewi SpA MSiMed (RS Muhammadiyah & RS medika Mulya Tuban Jatim)
20. Dr Elsa Maimon SpA (RSKD Balikapapan)
21. Dr. Fitra Sukrita IBCLC (RS PMI Bogor)
22. Dr. Johannes Ridwan SpA (RS Bethsaida Hospital Gading Serpong)
23. Dr. Christiana, SpA (RS Bethsaida Hospital Gading Serpong)
24. Drg. Ali Taqwim (Aimi Purwokerto)
25. Drg. Mellyna Utami (Aimi Purwokerto)
26. Dr. Munawaroh Pasaribu (Aimi Kalsel)
27. Dr. Frecillia Regina SpA IBCLC (RS Limijati Bandung)
28. Dr. Kartika Darma Handayani SpA (RS Dr Soetomo Surabaya Jatim)
29. Dr. Gita Tiara Paramita (RS Meilia Cibubur)
30. Dr. Budining Wirastari Marnoto, SpA, IBCLC (RS Hermina Bekasi)
31. Dr. Dini Adityarini SpA (RS Kendangsari Jatim)
32. Dr. Dandy Utama Jaya SpA, M.Kes, IBCLC (RS Mulya Tangerang)
33. Dr. Fitrisia 'pipit' Amelin, SpA, M. Biomed (Klinik My Lovely Child - Depan RS M. Djamil Padang)
34. Dr. Willey Eliot, M. Kes (RS Columbia Asia Medan)
35. Dr. Ingrid Siahaan, MPH (Klinik Laktasi RS Advent Medan)
36. Dr. Nanan Surya Perdana SpA M.Kes (Apotik M. Yamin 12-14 telp. 0541.7273762)
37. Dr. Rahmalina, SpOG (Klinik Utama Hasnaliya, Magelang)
38. Dr. Gracia Azra Lestari IBCLC (PKM Pasir Mulya Bogor)
39. Dr. Stella Tinia M.Kes IBCLC (Klinik Duta Kartini Bandung)
40. Dr.Syahperlan WS MSc, SpA (RSUD Malinau, Kaltara)
Maka terlampir daftar nama para KM Medis yg dapat menangani kondisi tsb. Upaya frenotomi sederhana dan relaktasi serta suplementasi menjadi pilihan yang sangat membantu...
Terimakasih untuk para Dokter Bedah dan praktisi ahli baik yang Nasional maupun Internasional yang telah memberi wawasan juga telah mengajarkan cara frenotomi kepada tenaga2 medis (dokter) yang KM untuk tidak takut melakukannya demi membantu ibu berhasil menyusui dan membantu bayi menyusu ke Ibunya... Salam Menyusui!!!
Daftar nama2 dokter (yang juga Konselor Menyusui) yang mengerjakan tindakan frenotomi (insisi tongue tie dan lip tie)
1. Dr. Agusnawati Munandar, IBCLC, CIMI (RSIA KMC dan RS Puri Cinere)
2. Dr. Ira R, IBCLC Maira Superstore ( RS. Meilia Cibubur)
3. Dr. Anjar Setiani SpA (RSIA KMC dan RSU Jagakarsa)
4. Dr. Kadek Suarca SpA (RSU Wangaya Denpasar & RSU Bali Jimbaran Kuta Selatan)
5. Dr Made Indra Waspada, SpA, CIMI (RSIA KMC)
6. Dr. Agustina Santi Lie, MSc, SpA, CIMI, IBCLC (RS Siloam Bali)
7.Dr.Dery (RSIA KMC)
8. Dr. Ika Ayu Paramita (RS Permata Depok-Puskesmas Beji)
9. Dr. Maharani Bayu, IBCLC Maharani Bayu (RSIA Evasari dan RSIA Aulia)
10. Dr Siti A. Ridha (Apotek Karunia-RSUD Bontang-Kaltim)
11. Dr. Dyah Febri (RSIA KMC)
12. Dr. Siti Habsyah Masri M.Ked(Ped), CIMI (Ped) - Rumah Singgah Menyusui Bunda Icha Medan. Jadwal praktek sesuai perjanjian dan Klinik Laktasi RS Advent Medan.
13. DR. dr. Dian Yudianita Kesuma, SpA(K) Palembang hp 08127133908
14. Dr.Made Tirtha Yasa, SpA ( RSI BONTANG )
15. Dr. Ameetha Drupadi CIMI (RS Puri Cinere)
16. dr.Yudith Angeline (RSIA YPK MANDIRI dan RSIA KMC)
17. Dr. Wilda Mas'ud (RS Budi Kemuliaan dan RSIA KMC)
18. Dr. Viranda PM (RS Puri Cinere)
19. Dr Marini Sartika Dewi SpA MSiMed (RS Muhammadiyah & RS medika Mulya Tuban Jatim)
20. Dr Elsa Maimon SpA (RSKD Balikapapan)
21. Dr. Fitra Sukrita IBCLC (RS PMI Bogor)
22. Dr. Johannes Ridwan SpA (RS Bethsaida Hospital Gading Serpong)
23. Dr. Christiana, SpA (RS Bethsaida Hospital Gading Serpong)
24. Drg. Ali Taqwim (Aimi Purwokerto)
25. Drg. Mellyna Utami (Aimi Purwokerto)
26. Dr. Munawaroh Pasaribu (Aimi Kalsel)
27. Dr. Frecillia Regina SpA IBCLC (RS Limijati Bandung)
28. Dr. Kartika Darma Handayani SpA (RS Dr Soetomo Surabaya Jatim)
29. Dr. Gita Tiara Paramita (RS Meilia Cibubur)
30. Dr. Budining Wirastari Marnoto, SpA, IBCLC (RS Hermina Bekasi)
31. Dr. Dini Adityarini SpA (RS Kendangsari Jatim)
32. Dr. Dandy Utama Jaya SpA, M.Kes, IBCLC (RS Mulya Tangerang)
33. Dr. Fitrisia 'pipit' Amelin, SpA, M. Biomed (Klinik My Lovely Child - Depan RS M. Djamil Padang)
34. Dr. Willey Eliot, M. Kes (RS Columbia Asia Medan)
35. Dr. Ingrid Siahaan, MPH (Klinik Laktasi RS Advent Medan)
36. Dr. Nanan Surya Perdana SpA M.Kes (Apotik M. Yamin 12-14 telp. 0541.7273762)
37. Dr. Rahmalina, SpOG (Klinik Utama Hasnaliya, Magelang)
38. Dr. Gracia Azra Lestari IBCLC (PKM Pasir Mulya Bogor)
39. Dr. Stella Tinia M.Kes IBCLC (Klinik Duta Kartini Bandung)
40. Dr.Syahperlan WS MSc, SpA (RSUD Malinau, Kaltara)
Cara Memberikan Perhatian pada Anak bagi Ibu Pekerja
Begini Cara Perhatian pada Anak Walaupun Ibu Bekerja.
Sumber : Ummi Online
Sahabat Ummi, pilihan berkarir bukan menjadi suatu hal yang salah bagi seorang Wanita. Tentunya, menjadi bagian dari pembangun bangsa dan agama adalah tugas seluruh manusia, terutama Islam memberikan petunjuk bahwa manusia bertugas menjadi Khalifah di muka bumi, dalam bidangnya masing-masing.
Namun, sebagai wanita karir tentunya bukan menjadi alasan untuk Anda tidak memperdulikan dan mendidik Anak. Adanya pengasuh atau orang yang membantu Anda dalam mengurus anak-anak, tidak berarti tanggung jawab mendidik Anak menjadi milik mereka. Tanggung jawab tersebut tetaplah milik Anda, dan menjadi tugas Anda seumur hidup hingga anak tumbuh dewasa.
Berikut hal-hal yang bisa sahabat Ummi lakukan sebagai Ibu, walaupun memiliki kesibukan berkarir di luar rumah.
1. Sempatkan waktu minimal 1-2 jam setiap harinya di rumah bersama anak
Jika aktivitas bertemu client, membuat perencanaan kerja, deadline tugas, ataupun rapat kerja bersama pimpinan telah masuk dalam agenda dan jadwal mingguan Anda, jangan lupa untuk memasukkan waktu bercengkrama dengan si kecil setiap harinya.
Menyempatkan waktu minimal 1 sampai 2 jam sehari, namun berkualitas, cukup untuk menjaga hubungan Anda dengan anak. Setidaknya, waktu 1 hingga 2 jam anak dapat bercerita pada Anda tentang kegiatan kesehariannya tadi, menemaninya belajar, atau sekedar bercerita curahan hatinya baik senang ataupun sedih pada Anda. Komunikasi orang tua dengan anak tentunya sangat dibutuhkan, untuk itu jangan sampai lewatkan keseharian anda untuk berkomunikasi dengannya. Walau hanya sekedar mengobrol di kamarnya, saat menjelang tidur atau beristirahat santai.
2. Buat saran kegiatan atau tugas untuk Anak
Jika Anda khawatir dengan kegiatan Anak di saat anda tidak ada, Anda bisa memberikannya saran kegiatan dan tugas untuknya. Bahaslah hasilnya bersama atau apa yang telah dilakukaannya saat Anda pulang bekerja atau saat waktu luang. Hal ini membuat Anda dan Anak akan selalu terhubung walaupun pada aktivitas masing-masing.
Misalnya saja, Anda memberi tugas untuk menonton Film yang anda siapkan untuknya. Pilihkan film yang sesuai dengan usianya dan tentunya memiliki pesan moral yang baik. Mintalah anak ceritakan apa yang telah ditontonnya tersebut pada Anda. Jangan lupa untuk berikan beragam aktivitas atau tugas lain yang tidak membosankan bagi anak. Selain film, anda bisa memberikannya buku cerita, memberikanya lagu, atau permainan baru yang bisa dilakukannya sendiri.
Jangan lupa untuk memberikannya saran dan evaluasi yang membangun, serta apresiasi atas apa yang telah dikerjakannya.
3. Hubungi Anak saat waktu Istirahat atau di sela pekerjaan Anda
Tidak ada salahnya di sela waktu istirahat Anda, setelah break shalat, ataupun waktu luang di kantor, untuk menelpon Anak walaupun hanya sebentar. Anda bisa menanyakan kondisi rumah, aktivitasnya saat bermain bersama teman, atau saat sepulang sekolah. Hal ini sangat berarti bagi anak, walaupun Ibu sedang tidak di rumah, namun hubungan dan perhatiannya tetap tercurahkan. Dengan ini Anak tidak akan merasa sendirian, atau merasa jauh dari orang tua. Karena perhatian dan kasih sayang masih tercurah, di sela-sela kesibukan atau aktivitas kita.
4. Jika Anda memiliki pengasuh, buatlah SOP pekerjaannya dan mengontrolnya
Memiliki pengasuh, bukan berarti tanggung jawab mendidik anak dilimpahkan 100% pada nya. Anda bisa membuat Standart Operasional Kerja sederhana untuk pengasuh Anda dan melakukan kontrol saat Anda pulang kerja. Dengan begitu, Anda tetap bisa mengawasi dan mengkontrol perkembagan Anak Anda walaupun di sela-sela kesibukan berkarir.
Semakin detil standart yang Anda membuat, memudahkan Anda untuk mengkontrol pengasuh dan melihat perkembangan si kecil. Misalnya saja dalam hal makanan, minuman, tontonan, lagu/suara, aktivitas yang bisa dilakukan, dsb. Mintalah pengasuh untuk mendampingi aktivitas, misalnya saja membantu anak untuk menonton film yang kita berikan, buku bacaan, dsb.
Namun, jadikanlah pengasuh si kecil sebagai partner kerjasama Anda yang baik. Jangan pernah berbuat semena-mena, apalagi menganggapnya tidak bisa bertanggung jawab. Dengan kerjasama yang baik, memudahkan Anda untuk bisa mengarahkan pengasuh dalam mengasuh anak Anda.
5. Buatlah waktu/hari Khusus untuk Anak Anda
Hari libur atau waktu senggng bisa Anda gunakan untuk beraktivitas bersama anak. Buatlah jadwal khusus untuk bersama Anak, atau membuat waktu yang tidak bisa diganggu gugat. Hal ini untuk membuat kita terdorong dan memaksa untuk manajemen waktu yang khusus bersama Anak. Jika tidak, kita akan mudah lalai terhadap waktu. Padahal, usia anak-anak membutuhkan perhatian khusus dan pendampingan akan tumbuh kembangnya.
6. Bagilah tugas bersama pasangan
Sebagai orang tua, tentunya tugas mendidik dan mengasuh anak bukan hanya tugas salah satunya (baik ayah ataupun ibu). Untuk itu, Anda bisa membagi tugas, mengatur waktu, dan membagi peran dengan pasangan dalam mendidik Anak. Aturlah dengan baik, dan bagilah tugas sesuai proporsi waktu yang dimiliki. Hal ini agar anak tidak kehilangan sosok salah satu-nya (Ayah/Ibu), dan anak juga bisa merasakan kasih sayang, perhatian, dan pendidikan dari kedua orang tuanya, walaupun tidak selalu harus dalam waktu yang bersamaan.
Dengan Manajemen yang baik, tentunya bukan hanya Karir Anda yang semakin gemilang melainkan Anak-Anak yang tumbuh dengan baik, dan menjadi anak-anak yang terdidik dengan moral yang luhur.
Sumber : Ummi Online
Sahabat Ummi, pilihan berkarir bukan menjadi suatu hal yang salah bagi seorang Wanita. Tentunya, menjadi bagian dari pembangun bangsa dan agama adalah tugas seluruh manusia, terutama Islam memberikan petunjuk bahwa manusia bertugas menjadi Khalifah di muka bumi, dalam bidangnya masing-masing.
Namun, sebagai wanita karir tentunya bukan menjadi alasan untuk Anda tidak memperdulikan dan mendidik Anak. Adanya pengasuh atau orang yang membantu Anda dalam mengurus anak-anak, tidak berarti tanggung jawab mendidik Anak menjadi milik mereka. Tanggung jawab tersebut tetaplah milik Anda, dan menjadi tugas Anda seumur hidup hingga anak tumbuh dewasa.
Berikut hal-hal yang bisa sahabat Ummi lakukan sebagai Ibu, walaupun memiliki kesibukan berkarir di luar rumah.
1. Sempatkan waktu minimal 1-2 jam setiap harinya di rumah bersama anak
Jika aktivitas bertemu client, membuat perencanaan kerja, deadline tugas, ataupun rapat kerja bersama pimpinan telah masuk dalam agenda dan jadwal mingguan Anda, jangan lupa untuk memasukkan waktu bercengkrama dengan si kecil setiap harinya.
Menyempatkan waktu minimal 1 sampai 2 jam sehari, namun berkualitas, cukup untuk menjaga hubungan Anda dengan anak. Setidaknya, waktu 1 hingga 2 jam anak dapat bercerita pada Anda tentang kegiatan kesehariannya tadi, menemaninya belajar, atau sekedar bercerita curahan hatinya baik senang ataupun sedih pada Anda. Komunikasi orang tua dengan anak tentunya sangat dibutuhkan, untuk itu jangan sampai lewatkan keseharian anda untuk berkomunikasi dengannya. Walau hanya sekedar mengobrol di kamarnya, saat menjelang tidur atau beristirahat santai.
2. Buat saran kegiatan atau tugas untuk Anak
Jika Anda khawatir dengan kegiatan Anak di saat anda tidak ada, Anda bisa memberikannya saran kegiatan dan tugas untuknya. Bahaslah hasilnya bersama atau apa yang telah dilakukaannya saat Anda pulang bekerja atau saat waktu luang. Hal ini membuat Anda dan Anak akan selalu terhubung walaupun pada aktivitas masing-masing.
Misalnya saja, Anda memberi tugas untuk menonton Film yang anda siapkan untuknya. Pilihkan film yang sesuai dengan usianya dan tentunya memiliki pesan moral yang baik. Mintalah anak ceritakan apa yang telah ditontonnya tersebut pada Anda. Jangan lupa untuk berikan beragam aktivitas atau tugas lain yang tidak membosankan bagi anak. Selain film, anda bisa memberikannya buku cerita, memberikanya lagu, atau permainan baru yang bisa dilakukannya sendiri.
Jangan lupa untuk memberikannya saran dan evaluasi yang membangun, serta apresiasi atas apa yang telah dikerjakannya.
3. Hubungi Anak saat waktu Istirahat atau di sela pekerjaan Anda
Tidak ada salahnya di sela waktu istirahat Anda, setelah break shalat, ataupun waktu luang di kantor, untuk menelpon Anak walaupun hanya sebentar. Anda bisa menanyakan kondisi rumah, aktivitasnya saat bermain bersama teman, atau saat sepulang sekolah. Hal ini sangat berarti bagi anak, walaupun Ibu sedang tidak di rumah, namun hubungan dan perhatiannya tetap tercurahkan. Dengan ini Anak tidak akan merasa sendirian, atau merasa jauh dari orang tua. Karena perhatian dan kasih sayang masih tercurah, di sela-sela kesibukan atau aktivitas kita.
4. Jika Anda memiliki pengasuh, buatlah SOP pekerjaannya dan mengontrolnya
Memiliki pengasuh, bukan berarti tanggung jawab mendidik anak dilimpahkan 100% pada nya. Anda bisa membuat Standart Operasional Kerja sederhana untuk pengasuh Anda dan melakukan kontrol saat Anda pulang kerja. Dengan begitu, Anda tetap bisa mengawasi dan mengkontrol perkembagan Anak Anda walaupun di sela-sela kesibukan berkarir.
Semakin detil standart yang Anda membuat, memudahkan Anda untuk mengkontrol pengasuh dan melihat perkembangan si kecil. Misalnya saja dalam hal makanan, minuman, tontonan, lagu/suara, aktivitas yang bisa dilakukan, dsb. Mintalah pengasuh untuk mendampingi aktivitas, misalnya saja membantu anak untuk menonton film yang kita berikan, buku bacaan, dsb.
Namun, jadikanlah pengasuh si kecil sebagai partner kerjasama Anda yang baik. Jangan pernah berbuat semena-mena, apalagi menganggapnya tidak bisa bertanggung jawab. Dengan kerjasama yang baik, memudahkan Anda untuk bisa mengarahkan pengasuh dalam mengasuh anak Anda.
5. Buatlah waktu/hari Khusus untuk Anak Anda
Hari libur atau waktu senggng bisa Anda gunakan untuk beraktivitas bersama anak. Buatlah jadwal khusus untuk bersama Anak, atau membuat waktu yang tidak bisa diganggu gugat. Hal ini untuk membuat kita terdorong dan memaksa untuk manajemen waktu yang khusus bersama Anak. Jika tidak, kita akan mudah lalai terhadap waktu. Padahal, usia anak-anak membutuhkan perhatian khusus dan pendampingan akan tumbuh kembangnya.
6. Bagilah tugas bersama pasangan
Sebagai orang tua, tentunya tugas mendidik dan mengasuh anak bukan hanya tugas salah satunya (baik ayah ataupun ibu). Untuk itu, Anda bisa membagi tugas, mengatur waktu, dan membagi peran dengan pasangan dalam mendidik Anak. Aturlah dengan baik, dan bagilah tugas sesuai proporsi waktu yang dimiliki. Hal ini agar anak tidak kehilangan sosok salah satu-nya (Ayah/Ibu), dan anak juga bisa merasakan kasih sayang, perhatian, dan pendidikan dari kedua orang tuanya, walaupun tidak selalu harus dalam waktu yang bersamaan.
Dengan Manajemen yang baik, tentunya bukan hanya Karir Anda yang semakin gemilang melainkan Anak-Anak yang tumbuh dengan baik, dan menjadi anak-anak yang terdidik dengan moral yang luhur.
Menjadi Sahabat Anak
๐๐๐๐๐๐๐
*Menjadi Sahabat Anak*
By: Dr. Sitaresmi. S.Soekanto SS. M.Psi.T
~~~~~~~~~~~~~~~
Kulwap Grup Parenting Qur'ani, 22 Maret 2017.
๐ฅ๐ฅ๐ฅ๐ฅ๐ฅ๐ฅ๐ฅ
*Model Acuan Utama* : Rasulullah SAW
⭐ Legalitas dari Allah ttg kemuliaan akhlaq Rasulullah SAW: Q.S Al Qalam:4
⭐ Kewajiban syar’i untuk meneladaninya; Q.S 33:21
⭐ Sabda Rasulullah:” Innama buitstu li utammima ma karimal akhlaq” (ุฅูู ุง ุจุนุซุช ูุฃุชู ู ู ูุงุฑู ุงูุฃุฎูุงู): Sesungguhnya aku diutus hanyalah utk mnyempurnakan akhlaq.
⭐ Perkataan Aisyah Ra:” Kaana khuluquhul Qur’an” (ูุงู ุฎููู ุงููุฑุฃู) Akhlaq Beliau SAW adalah AlQur'an.
*Allah adalah Pendidik Utama*
๐ Rasulullah SAW: “Adaabaniy Rabbi fa ahsana Ta’diibi”: (ุฃุฏุจูู ุฑุจู ูุฃุญุณู ุชุฃุฏูุจู)
“Rabbku telah mengajariku dengan pengajaran yang terbaik”
*Karakteristik Generasi Rabbani(Q.S 5:54)*
✨Mencintai dan Dicintai Allah
✨ Lemah lembut terhadap mu’min
✨Tegas terhadap orang Kafir
✨Bersungguh-sungguh di jalan Allah
✨Tidak takut celaan orang yang suka mencela
*Karakter mulia para Nabi*
✨Qawwiyun Amin adalah sifat Nabi Musa As (Q.S 28:26)
✨Hafiizhun ‘Alim adalah sifat Nabi Yusuf As(Q.S 12:55)
✨Raufur Rahiim adalah sifat Nabi Muhammad SAW (Q.S 9:128)
*Tiga fase Pendidikan Anak(Ali bin Abi Thalib)*
✨‘Laa'ibuhum’, ajak mereka bermain. Usia 0-7 tahun
✨ ‘Addiibuhum’, disiplinkan mereka. Usia 7-14 tahun
✨ ‘Raafiquhum’, jadilah teman bagi mereka. Usia 14-21 tahun
*Beberapa cara untuk menjadi sahabat anak & remaja*
๐ฅ Menyediakan waktu. Sesibuk apapun kita harus mengalokasikan waktu jika ingin berteman dengan anak, mis dengan berdialog.
๐ฅ Kita melibatkan diri dengan hidup mereka dan bukan sekedar melihat atau menjadi pengamat
๐ฅ Jangan menunggu ada figur saingan bagi remaja yang lebih dekat dan didengar olehnya
๐ฅ Menemani dan bukan memusuhi
๐ฅ Melindungi namun bukan mengurung atau mengekangnya
๐ฅ Berdialog dan bukan monolog.
๐ฅ Berbincang dengannya dan bukan sekedar berbicara
๐ฅ Bersedia mendengarkan dengan aktif.
๐ฅ Tidak selalu memotong dan menggurui tapi juga tidak mengabaikan ketika remaja tengah bercerita
๐ฅ Bersikap Tegas namun bukan Keras dan Kasar
๐ฅ Memberi kebebasan yang proporsional
๐ฅ Menyampaikan pesan dan harapan kita secara jujur dan tulus
๐ฅ Bersedia memaafkan dan meminta maaf
(Disarikan dari buku: 11 Cara Menjadi Sahabat Anak, V. Dwiyanti)
*Tambahan Penjelasan:*
๐ Rasulullah SAW pernah bersabda: “ Didiklah anakmu karena mereka akan hidup di zaman yang berbeda dengan zamanmu”. Sabda Nabi SAW tersebut mengisyaratkan bahwa kita sebagai orang tua harus mengantisipasi perubahan zaman. Bila di masa kita masih kanak-kanak kita bisa segera takut dan menurut hanya dengan ibu kita melotot memberi isyarat, maka anak anak sekarang malah akan bertanya: “Kenapa mama melotot ma?’
Oleh karena itu pola pendidikan anak yang bersifat otoriter, satu arah dan penuh dengan indoktrinasi sulit untuk diterapkan di masa sekarang ini. Mereka membutuhkan penjelasan yang masuk akal dst untuk kemudian bisa menerima sesuatu hal yang kita sampaikan . Perubahan tekonologi informasi membuat anak kita banyak menerima informasi. Artinya informasi dari orang tuanya bukanlah satu satunya informasi. Maka kita sebagai orang tua harus bersaing dengan wacana dan informasi dari berbagai arah. Dan cara agar kita berikut informasi yang kita berikan diterima oleh anak anak kita, maka kita harus mendekat dan berusaha menjadi sahabat bagi mereka.
*Sesi Tanya Jawab*
❓Pertanyaan 1⃣:
Witri Novianty, Depok:
Bgm cara berkomunikasi/berdialog yg efektif kpd anak usia 13 thn...?
mengenai kedisiplinan & pentingnya mengenal bahaya pergaulan yg salah? tks
Sehubungan dgn karakter anak saya yg pendiam/malas klw diajak dialog๐
๐ Jawab:
Anak usia 13 tahun sudah masuk kategori aqil baligh atau mukallaf. Paling tidak jika dia belum haidh atau belum mimpi basah, maka ia masuk ke kategori murohaqah atau fase persiapan sebelum aqil baligh. Usia ini memang usia yang sensitive, terkait dengan pendisiplinan memang harusnya sudah dimulai sejak usia 7 tahun termasuk pendisiplinan soal shalat dst. Kadang kala ada juga orang tua yang memilih menyekolahkan anak di pesantren untuk mendisiplinkannya, terutama jika anaknya juga mau, tp bila orang tuanya mampu mendisiplinkanya sendiri maka hal itu lebih baik lagi. Untuk anak yang pendiam sebaiknya orang tuanya, atau saudaranya atau ia juga memiliki teman yang ceria dan banyak bicara agar ia juga terpancing ikut bicara.
*Fase2 Pendidikan Anak;*
Fase 0-7 thn fase kita mendidik sambil bermain artinya sesuaikan dg dunia bermain mereka
Fase 7-14 thn fase pendisiplinan makanya Nabi SAW mengatakan perintahkan anakmu sholat sejak mereka berusia 7 thn
Fase 14-21 adalah fase jadikan mereka sbg teman artinya ada dialog diskusi dan bicara dari hati ke hati.
Karena mereka harus dihargai sbg orang yg sdh aqil baligh.
❓Pertanyaan 2⃣
Seci olivia dari bandar lampung:
Bagaimana cara mendidik anak 3 tahun supaya kalo nanti sampai besar dia benar2 terbuka sm kita . karna pengalaman saya, saya takut cerita apa2 sm ibu dan ayah, kalo pngn curhat saya lbih nyaman sm temen
๐ Jawab:
Seci, agar anak mau terbuka dg kita maka kita harus yg lebih friendly dan terbuka juga. Dalam artian tidak mudah kaget jika mereka jujur cerita ttg sesuatu misalnya umi td aku mukul temanku.
Jangan cepat cepat bilang wah kamu nakal ya dst..tp coba pancing dulu misalnya alhamdulillah kakak cerita sama umi. Tp mukulnya gak keras keras kan...knapa kak kejadiannya gmana cerita dong sama umi.
Jd jgn langsung dihakimi... nah mgkn dia akan jwb. "hbs.. dia ngatain aku gendut."
Baru masuk nasehat kita: ' lain kali kakak bilang baik baik: aku gak suka kamu katain gendut, tp jgn mukul ya kak, dst...
❓Tp bun gimana caranya kita bersahabat sm anak tp gk bikin anak itu malah kurang ajar, maksut nya batasan sahabat nya gimana bun?
๐Jawab:
Kita dekat seperti sahabat tp saya dan ayah tetap lah orang tua nya dan harus di hormati dan di hargai. Ada saat kita menjadi sahabat ada saatnya kita harus tegas. Tahapan mjd sahabat sebenarnya utamanya jika anak kita sdh memasuki usia 14 thn ke atas.
Tetap anak tdk boleh ngelunjak melawan ..
Bersahabat tetap dalam batas norma ortu-anak.
❓pertanyaan 3⃣
Kartika, Bandung:
Apa yg hrs ortu lakukan saat mlihat anak yg msh berusia 13 thn sdh(maaf) bermasturbasi/beronani..?
๐ *Jawab:*
Kalau kasusnya sdh ada penyimpangan spt ini
Baiknya berkonsultasi dg psikolog muslim atau muslimah tuk terapi. Tp kita bisa melakukan langkah awal dg banyak mengajak keluar, jalan- jalan, makan di luar dst. Prinsipnya alihkan perhatiannya.
❓ Wajarkah klo qt memarahinya?
๐Jawab:
Jangan...
Tp coba utarakan kesedihan kita. Misalnya: "Mama sedih deh kak kalau kakak melakukan sesuatu yg dilarang agama." Lalu ajak dia pergi silaturahim dsb...
Untuk sementara jgn biarkan dia melamun sendirian...sibukkan dia dg minat dan bakatnya misalnya berolah raga atau les ketrampilan dll.
❓Anak sy klo sdh main game di hp susah sekali u disuruh berhenti.Bgm cara efektif agar dy tdk nyandu main game?trmksh.Kartika-Bdg
๐Jawab:
Sejak awal kita tetapkan rule of the game atau aturan mainnya dulu
Jadi tetapkan saja boleh main game kalau lg gak musim ujian atau lg gak ada pe er atau hari libur misalnya
Lalu batasi sekian jam kmdn suruh dia main keluar tanpa bawa hp.
Mmg perlu perhitungan matang kapan memberi anak hp.
❓Pertanyaan 4⃣
Puti, Bogor:
Bu Sita..
Saya puti dr bogor.
Saya guru. Saya menemukan kecendrungan mengajar ikhwan usia smp (kelas 7) lebih sulit daripd akhwat.
Apa iya memang begitu ? Bagaimana cara saya memotivasi mereka, krn yg saya rasakan, subhanallah, penuh tantangan luar biasa utk mengajar mrk.
Apa iya tingkat ekonomi berpengaruh ?
๐Jawab:
Iya Puti tingkat kemampuan ekonomi jelas berpengaruh pd asupan gizi mereka
Maka juga berpengaruh pada tingkat kecerdasan mereka
Selain itu memang ada perbedaan antara tingkat ketekunan anak laki-laki dan anak perempuan di usia pubertas.
Di samping juga boleh jadi tipe belajar anak laki-laki dan anak perempuan ada yang berbeda misalnya anak laki-laki cenderung banyak yang kinestetik.
Sementara anak perempuan cenderung tipe belajarnya adalah auditori dan visual
Maka tugas kita sebagai guru adalah memahami perbedaan tersebut dan berusaha memberikan pengajaran yang sesuai dengan tipe belajar mereka masing-masing.
Kalau di anak TK misalnya kita menerangkan tentang kupu-kupu maka bagi anak yang tipe belajarnya visual kita harus melayani dengan menggambar kupu-kupu
Bagi anak yang tipe belajarnya auditori kita harus memenuhi nya dengan bernyanyi lagu kupu-kupu
Sementara bagi anak yang kinestetik hendaknya kita tugas kan Iya untuk memperagakan Bagaimana terbang seperti kupu-kupu
Anak yang kinestetik tidak boleh dicap nakal tetapi dilibatkan dalam proses pembelajaran.
❓Pdkt ke anak2nya bagaimana ya bu ?
Kalo guru dgn 30 anak, pdkt nya sesuai tipe belajar sepertinya ga mungkin ya bu. Dan ini smp, pdkt nya setahu saya ga bisa seperti sd.
Kalo utk pdkt personal, masih memungkinkan, diluar sesi belajar.
๐Jawab:
Bisa puti.. artinya pada saat menjelaskan coba selalu dg alat peraga
Berupa ilustrasi gambar kemudian dg bercerita atau story telling nah kalau perlu dg pertunjukan drama misalnya pelajaran agama kisah masuk islamnya Umar
Jd secara general diterapkan semua aspek tsb
Cara pendidikan yg efektif adalah antara lain dg story telling atau dibacakan keras keras didiktekan
Untuk memenuhi kebutuhan anak kinestetik bisa saja satu kelas diajak keluar ke kebun pd saat belajar biologi
Atau anak anak kinestetik masukkan ke sekolah alam.
❓Pertanyaan 5⃣
Estu, Bogor:
Bagaimana mnjelaskan ke anak usia 9th kalau sy sedang brhalangan anak sy suka bilang, ibu mah enak ga sholat,, sy bingung mnjelaskannya bu, mksh.
๐ Jawab:
Jelaskan saja Estu..
Kita jangan menganggap bahwa anak-anak masih terlalu kecil untuk menerima penjelasan
Bilang saja bhw seorang perempuan sebulan sekali haidh yaitu keluar darah maka tdk diperbolehkan sholat
❓ Utk umur 9th kok prtanyaan suka diluar prkiraan yh bu, anak sy jg suka crita aku suka sama temen aku. [ perempuan] kira2 aku nti menikah sama dia ga ya bu,, sy kaget anak usia 9th kok sdh tahu soal menikah.
๐Jawab:
Pengaruh input media.
Tp jangan kaget karena persepsi ttg suka dan ttg menikah berbeda dg yg di benak orang dewasa.
Demikian kuliwap, semoga bernanfaat...
*Rewrited & edited by Miftah*
Ikuti kulwap patenting berikutnya dg narsum yg lain. Silakan bergabung di:
https://chat.whatsapp.com/FwXdqOmZCYM01tXtVtzdqR
*Menjadi Sahabat Anak*
By: Dr. Sitaresmi. S.Soekanto SS. M.Psi.T
~~~~~~~~~~~~~~~
Kulwap Grup Parenting Qur'ani, 22 Maret 2017.
๐ฅ๐ฅ๐ฅ๐ฅ๐ฅ๐ฅ๐ฅ
*Model Acuan Utama* : Rasulullah SAW
⭐ Legalitas dari Allah ttg kemuliaan akhlaq Rasulullah SAW: Q.S Al Qalam:4
⭐ Kewajiban syar’i untuk meneladaninya; Q.S 33:21
⭐ Sabda Rasulullah:” Innama buitstu li utammima ma karimal akhlaq” (ุฅูู ุง ุจุนุซุช ูุฃุชู ู ู ูุงุฑู ุงูุฃุฎูุงู): Sesungguhnya aku diutus hanyalah utk mnyempurnakan akhlaq.
⭐ Perkataan Aisyah Ra:” Kaana khuluquhul Qur’an” (ูุงู ุฎููู ุงููุฑุฃู) Akhlaq Beliau SAW adalah AlQur'an.
*Allah adalah Pendidik Utama*
๐ Rasulullah SAW: “Adaabaniy Rabbi fa ahsana Ta’diibi”: (ุฃุฏุจูู ุฑุจู ูุฃุญุณู ุชุฃุฏูุจู)
“Rabbku telah mengajariku dengan pengajaran yang terbaik”
*Karakteristik Generasi Rabbani(Q.S 5:54)*
✨Mencintai dan Dicintai Allah
✨ Lemah lembut terhadap mu’min
✨Tegas terhadap orang Kafir
✨Bersungguh-sungguh di jalan Allah
✨Tidak takut celaan orang yang suka mencela
*Karakter mulia para Nabi*
✨Qawwiyun Amin adalah sifat Nabi Musa As (Q.S 28:26)
✨Hafiizhun ‘Alim adalah sifat Nabi Yusuf As(Q.S 12:55)
✨Raufur Rahiim adalah sifat Nabi Muhammad SAW (Q.S 9:128)
*Tiga fase Pendidikan Anak(Ali bin Abi Thalib)*
✨‘Laa'ibuhum’, ajak mereka bermain. Usia 0-7 tahun
✨ ‘Addiibuhum’, disiplinkan mereka. Usia 7-14 tahun
✨ ‘Raafiquhum’, jadilah teman bagi mereka. Usia 14-21 tahun
*Beberapa cara untuk menjadi sahabat anak & remaja*
๐ฅ Menyediakan waktu. Sesibuk apapun kita harus mengalokasikan waktu jika ingin berteman dengan anak, mis dengan berdialog.
๐ฅ Kita melibatkan diri dengan hidup mereka dan bukan sekedar melihat atau menjadi pengamat
๐ฅ Jangan menunggu ada figur saingan bagi remaja yang lebih dekat dan didengar olehnya
๐ฅ Menemani dan bukan memusuhi
๐ฅ Melindungi namun bukan mengurung atau mengekangnya
๐ฅ Berdialog dan bukan monolog.
๐ฅ Berbincang dengannya dan bukan sekedar berbicara
๐ฅ Bersedia mendengarkan dengan aktif.
๐ฅ Tidak selalu memotong dan menggurui tapi juga tidak mengabaikan ketika remaja tengah bercerita
๐ฅ Bersikap Tegas namun bukan Keras dan Kasar
๐ฅ Memberi kebebasan yang proporsional
๐ฅ Menyampaikan pesan dan harapan kita secara jujur dan tulus
๐ฅ Bersedia memaafkan dan meminta maaf
(Disarikan dari buku: 11 Cara Menjadi Sahabat Anak, V. Dwiyanti)
*Tambahan Penjelasan:*
๐ Rasulullah SAW pernah bersabda: “ Didiklah anakmu karena mereka akan hidup di zaman yang berbeda dengan zamanmu”. Sabda Nabi SAW tersebut mengisyaratkan bahwa kita sebagai orang tua harus mengantisipasi perubahan zaman. Bila di masa kita masih kanak-kanak kita bisa segera takut dan menurut hanya dengan ibu kita melotot memberi isyarat, maka anak anak sekarang malah akan bertanya: “Kenapa mama melotot ma?’
Oleh karena itu pola pendidikan anak yang bersifat otoriter, satu arah dan penuh dengan indoktrinasi sulit untuk diterapkan di masa sekarang ini. Mereka membutuhkan penjelasan yang masuk akal dst untuk kemudian bisa menerima sesuatu hal yang kita sampaikan . Perubahan tekonologi informasi membuat anak kita banyak menerima informasi. Artinya informasi dari orang tuanya bukanlah satu satunya informasi. Maka kita sebagai orang tua harus bersaing dengan wacana dan informasi dari berbagai arah. Dan cara agar kita berikut informasi yang kita berikan diterima oleh anak anak kita, maka kita harus mendekat dan berusaha menjadi sahabat bagi mereka.
*Sesi Tanya Jawab*
❓Pertanyaan 1⃣:
Witri Novianty, Depok:
Bgm cara berkomunikasi/berdialog yg efektif kpd anak usia 13 thn...?
mengenai kedisiplinan & pentingnya mengenal bahaya pergaulan yg salah? tks
Sehubungan dgn karakter anak saya yg pendiam/malas klw diajak dialog๐
๐ Jawab:
Anak usia 13 tahun sudah masuk kategori aqil baligh atau mukallaf. Paling tidak jika dia belum haidh atau belum mimpi basah, maka ia masuk ke kategori murohaqah atau fase persiapan sebelum aqil baligh. Usia ini memang usia yang sensitive, terkait dengan pendisiplinan memang harusnya sudah dimulai sejak usia 7 tahun termasuk pendisiplinan soal shalat dst. Kadang kala ada juga orang tua yang memilih menyekolahkan anak di pesantren untuk mendisiplinkannya, terutama jika anaknya juga mau, tp bila orang tuanya mampu mendisiplinkanya sendiri maka hal itu lebih baik lagi. Untuk anak yang pendiam sebaiknya orang tuanya, atau saudaranya atau ia juga memiliki teman yang ceria dan banyak bicara agar ia juga terpancing ikut bicara.
*Fase2 Pendidikan Anak;*
Fase 0-7 thn fase kita mendidik sambil bermain artinya sesuaikan dg dunia bermain mereka
Fase 7-14 thn fase pendisiplinan makanya Nabi SAW mengatakan perintahkan anakmu sholat sejak mereka berusia 7 thn
Fase 14-21 adalah fase jadikan mereka sbg teman artinya ada dialog diskusi dan bicara dari hati ke hati.
Karena mereka harus dihargai sbg orang yg sdh aqil baligh.
❓Pertanyaan 2⃣
Seci olivia dari bandar lampung:
Bagaimana cara mendidik anak 3 tahun supaya kalo nanti sampai besar dia benar2 terbuka sm kita . karna pengalaman saya, saya takut cerita apa2 sm ibu dan ayah, kalo pngn curhat saya lbih nyaman sm temen
๐ Jawab:
Seci, agar anak mau terbuka dg kita maka kita harus yg lebih friendly dan terbuka juga. Dalam artian tidak mudah kaget jika mereka jujur cerita ttg sesuatu misalnya umi td aku mukul temanku.
Jangan cepat cepat bilang wah kamu nakal ya dst..tp coba pancing dulu misalnya alhamdulillah kakak cerita sama umi. Tp mukulnya gak keras keras kan...knapa kak kejadiannya gmana cerita dong sama umi.
Jd jgn langsung dihakimi... nah mgkn dia akan jwb. "hbs.. dia ngatain aku gendut."
Baru masuk nasehat kita: ' lain kali kakak bilang baik baik: aku gak suka kamu katain gendut, tp jgn mukul ya kak, dst...
❓Tp bun gimana caranya kita bersahabat sm anak tp gk bikin anak itu malah kurang ajar, maksut nya batasan sahabat nya gimana bun?
๐Jawab:
Kita dekat seperti sahabat tp saya dan ayah tetap lah orang tua nya dan harus di hormati dan di hargai. Ada saat kita menjadi sahabat ada saatnya kita harus tegas. Tahapan mjd sahabat sebenarnya utamanya jika anak kita sdh memasuki usia 14 thn ke atas.
Tetap anak tdk boleh ngelunjak melawan ..
Bersahabat tetap dalam batas norma ortu-anak.
❓pertanyaan 3⃣
Kartika, Bandung:
Apa yg hrs ortu lakukan saat mlihat anak yg msh berusia 13 thn sdh(maaf) bermasturbasi/beronani..?
๐ *Jawab:*
Kalau kasusnya sdh ada penyimpangan spt ini
Baiknya berkonsultasi dg psikolog muslim atau muslimah tuk terapi. Tp kita bisa melakukan langkah awal dg banyak mengajak keluar, jalan- jalan, makan di luar dst. Prinsipnya alihkan perhatiannya.
❓ Wajarkah klo qt memarahinya?
๐Jawab:
Jangan...
Tp coba utarakan kesedihan kita. Misalnya: "Mama sedih deh kak kalau kakak melakukan sesuatu yg dilarang agama." Lalu ajak dia pergi silaturahim dsb...
Untuk sementara jgn biarkan dia melamun sendirian...sibukkan dia dg minat dan bakatnya misalnya berolah raga atau les ketrampilan dll.
❓Anak sy klo sdh main game di hp susah sekali u disuruh berhenti.Bgm cara efektif agar dy tdk nyandu main game?trmksh.Kartika-Bdg
๐Jawab:
Sejak awal kita tetapkan rule of the game atau aturan mainnya dulu
Jadi tetapkan saja boleh main game kalau lg gak musim ujian atau lg gak ada pe er atau hari libur misalnya
Lalu batasi sekian jam kmdn suruh dia main keluar tanpa bawa hp.
Mmg perlu perhitungan matang kapan memberi anak hp.
❓Pertanyaan 4⃣
Puti, Bogor:
Bu Sita..
Saya puti dr bogor.
Saya guru. Saya menemukan kecendrungan mengajar ikhwan usia smp (kelas 7) lebih sulit daripd akhwat.
Apa iya memang begitu ? Bagaimana cara saya memotivasi mereka, krn yg saya rasakan, subhanallah, penuh tantangan luar biasa utk mengajar mrk.
Apa iya tingkat ekonomi berpengaruh ?
๐Jawab:
Iya Puti tingkat kemampuan ekonomi jelas berpengaruh pd asupan gizi mereka
Maka juga berpengaruh pada tingkat kecerdasan mereka
Selain itu memang ada perbedaan antara tingkat ketekunan anak laki-laki dan anak perempuan di usia pubertas.
Di samping juga boleh jadi tipe belajar anak laki-laki dan anak perempuan ada yang berbeda misalnya anak laki-laki cenderung banyak yang kinestetik.
Sementara anak perempuan cenderung tipe belajarnya adalah auditori dan visual
Maka tugas kita sebagai guru adalah memahami perbedaan tersebut dan berusaha memberikan pengajaran yang sesuai dengan tipe belajar mereka masing-masing.
Kalau di anak TK misalnya kita menerangkan tentang kupu-kupu maka bagi anak yang tipe belajarnya visual kita harus melayani dengan menggambar kupu-kupu
Bagi anak yang tipe belajarnya auditori kita harus memenuhi nya dengan bernyanyi lagu kupu-kupu
Sementara bagi anak yang kinestetik hendaknya kita tugas kan Iya untuk memperagakan Bagaimana terbang seperti kupu-kupu
Anak yang kinestetik tidak boleh dicap nakal tetapi dilibatkan dalam proses pembelajaran.
❓Pdkt ke anak2nya bagaimana ya bu ?
Kalo guru dgn 30 anak, pdkt nya sesuai tipe belajar sepertinya ga mungkin ya bu. Dan ini smp, pdkt nya setahu saya ga bisa seperti sd.
Kalo utk pdkt personal, masih memungkinkan, diluar sesi belajar.
๐Jawab:
Bisa puti.. artinya pada saat menjelaskan coba selalu dg alat peraga
Berupa ilustrasi gambar kemudian dg bercerita atau story telling nah kalau perlu dg pertunjukan drama misalnya pelajaran agama kisah masuk islamnya Umar
Jd secara general diterapkan semua aspek tsb
Cara pendidikan yg efektif adalah antara lain dg story telling atau dibacakan keras keras didiktekan
Untuk memenuhi kebutuhan anak kinestetik bisa saja satu kelas diajak keluar ke kebun pd saat belajar biologi
Atau anak anak kinestetik masukkan ke sekolah alam.
❓Pertanyaan 5⃣
Estu, Bogor:
Bagaimana mnjelaskan ke anak usia 9th kalau sy sedang brhalangan anak sy suka bilang, ibu mah enak ga sholat,, sy bingung mnjelaskannya bu, mksh.
๐ Jawab:
Jelaskan saja Estu..
Kita jangan menganggap bahwa anak-anak masih terlalu kecil untuk menerima penjelasan
Bilang saja bhw seorang perempuan sebulan sekali haidh yaitu keluar darah maka tdk diperbolehkan sholat
❓ Utk umur 9th kok prtanyaan suka diluar prkiraan yh bu, anak sy jg suka crita aku suka sama temen aku. [ perempuan] kira2 aku nti menikah sama dia ga ya bu,, sy kaget anak usia 9th kok sdh tahu soal menikah.
๐Jawab:
Pengaruh input media.
Tp jangan kaget karena persepsi ttg suka dan ttg menikah berbeda dg yg di benak orang dewasa.
Demikian kuliwap, semoga bernanfaat...
*Rewrited & edited by Miftah*
Ikuti kulwap patenting berikutnya dg narsum yg lain. Silakan bergabung di:
https://chat.whatsapp.com/FwXdqOmZCYM01tXtVtzdqR
KALAU MAU ANAK HEBAT, ORANG TUA HARUS BERUBAH
KALAU MAU ANAK HEBAT, ORANGTUA HARUS BERUBAH!
Saya sebenarnya sangat tertarik pada cerita dosen Unair yang sayang saya tak tahu namanya. Di beberapa WhatsApp saya baca rekaman momen yang dia catat saat menerima seorang siswa SLB yang mencari alamat. Dari Jogja, anak SLB itu ditugaskan gurunya mencari alamat di Surabaya.
Itulah penentuan kelulusannya. Dosen tadi merekam momen itu yang menyebabkan kebahagiaan si siswa. Sewaktu didalami, pak dosen mencatat, anak itu tak boleh diantar, tak boleh pakai taksi atau becak. Harus cari sendiri walau boleh bertanya. Ya, seorang diri.
Saya pikir di situ ada tiga orang hebat. Pertama adalah gurunya yang punya ide dan berani ambil risiko. Bayangkan, ini siswa SLB dan kalau dia hilang, habislah karir pak/bu guru itu. Apalagi kalau dia anak pejabat atau orang berduit. Kata orang Jakarta, ’’bisa mampus’’. Saya sendiri yang menugaskan mahasiswa satu orang satu negara pernah mengalami hal tersebut.
Kedua, orang tua yang rela melepas anaknya belajar dari alam. Ya, belajar itu berarti menghadapi realitas, bertemu dengan aneka kesulitan, mengambil keputusan, dan berhitung soal hidup, bukan matematika imajiner. Belajar itu bukan cuma memindahkan isi buku ke kertas, melainkan menguji kebenaran dan menghadapi aneka ketidakpastian.
Orang tua yang berani melepas anak-anaknya dan tidak mengganggu proses alam mengajak anak-anaknya bermain adalah orang tua yang hebat. Memercayai kehebatan anak merupakan awal kehebatan itu sendiri.
Ketiga, tentu saja si anak yang bergairah mengeksplorasi dan ’’membaca’’ alam. Anak-anak yang hebat adalah anak-anak yang berani keluar dari cangkangnya. Keluar dari rahim, dari selimut rasa nyaman, tidak lagi dibedong, digendong, atau dituntun. Berjalan di atas kaki dan memakai otaknya sendiri.
Otak Orang Tua
Tetapi, yang terjadi selanjutnya adalah sebuah tragedi. Semakin kaya dan berkuasa, orang tua semakin ’’menguasai’’ anak-anaknya. Pasangan diatur dan dipilih orang tua, jurusan dan mata kuliah, bahkan siapa dosennya, lalu juga di mana bekerja. Ini sungguh sebuah kelas menengah yang sudah kelewatan.
Bahkan, begitu bekerja, kita menemukan sosok-sosok yang, maaf, ’’agak bodoh’’. Katanya lulusan universitas terkenal, IPK tinggi, tetapi sama sekali tidak bisa mengambil keputusan. Dan di antara teman-temannya, mereka dikenal sebagai sosok yang tidak asyik, sulit ’’linkage’’ atau mingle dengan yang lain.
Setelah tinggal di mes, teman-temannya baru tahu. Ternyata, beberapa hari sekali ’’mami’’-nya menelepon dan nangis-nangis karena merasa kehilangan. Nasihat ’’mami’’ banyak sekali dan si anak terlihat takut. Disuruh nego soal gaji, dia pun nego, padahal kerja baru seminggu dan belum menunjukkan prestasi apa-apa. Begitu disuruh mami pulang, pulanglah dia tanpa izin dari kantor.
Anak saya sendiri sejak SMP sudah dididik mandiri. Maka saat di SMA, dia sudah tidak sulit mengambil keputusan. Bahkan saat kuliah di negeri seberang, dengan cepat dia bisa memilih tempat tinggalnya. Sedangkan anak seorang pegusaha butuh dua bulan. Waktu saya tanya mengapa, dia jelaskan bahwa setiap kali anaknya dapat rumah, ibunya menganulir.
Saya bayangkan betapa rumitnya pesta pernikahan anak-anak yang orang tuanya seperti itu. Tanpa disadari, mereka membuat otak anak-anaknya kosong, terbelenggu, tak terlatih. Semua itu adalah otak orang tua, bukan otak anaknya.
Namun, ketika kolom tentang dagelan orang tua saya tulis beberapa hari lalu itu beredar luas lewat media sosial, saya punya kesempatan untuk ’’membaca’’.
Mayoritas pembaca tertampar ketika dikatakan bahwa anak-anaknya hebat, tetapi telah merusaknya dengan memberikan pengawalan ’’superekstra’’. Namun, saya juga menemui orang tua yang bebal, yang mengancam saya harus diperiksa KPAI karena mereka menganggap anaknya yang sudah mahasiswa masih ’’di bawah umur’’.
Bahkan, ketika saya katakan, ’’Jangan Latih Anak-Anak Dijemput KBRI’’, mereka protes dengan dalih KBRI itu dibiayai negara, untuk melindungi anak-anak mereka. Ada juga yang sangat takut anaknya kesasar, jadi korban perdagangan manusia, diperkosa, dan seterusnya.
Terus terang, mereka itulah yang seharusnya berubah. Takut berlebihan bisa membuat anak-anak ’’lumpuh’’ dan bermental penumpang. Anak-anak itu merasa akan selalu pintar kalau di sekolah juara kelas. Padahal, pintar di sekolah tidak berarti pintar dalam hidup.
Kalau memang lokasi kunjungannya berbahaya, tentu bisa dipelajari. Anak-anak kita, khususnya mahasiswa (bahkan kelas 2–3 SMA), bisa diajak membaca lingkungan. Orang tua bisa memberikan advis, bukan mengambil keputusan.
Tetapi, harus saya katakan, melatih anak-anak berpikir dan mengambil keputusan sedari muda amatlah penting. Sepenting membangun pertahanan dan keamanan negara, kita butuh penerus yang cerdas dalam menghadapi kesulitan dan ketidakpastian. Sebab, itulah situasi yang dihadapi anak kita kelak pada abad ke-21 ini.
Saya juga dapat pesan dari guru besar perempuan UI yang disegani dan dari bupati Trenggalek. Dari guru besar UI, saya mendapat cerita bagaimana pada usia SMP dia sudah ditugaskan ayahnya menyusul sendiri ke Padang. Di sana, ayahnya yang tentara mendapat tugas baru. Dia pun harus mencari sekolah sendiri dan mendaftar sendiri.
Lalu, ketika setahun tinggal di sana, ayahnya ditugaskan panglima untuk tugas belajar ke Amerika Serikat. Tinggallah si anak harus merajut hidup dengan bekal seadanya di kota yang belum dia kenal. Tetapi, hasilnya, dia menjadi pemikir yang dikenal kaya dengan empati, bukan tipe manusia berwacana.
Sementara itu, dari Bupati Trenggalek Emil Dardak, saya mendapat proof bahwa apa yang dididik orang tua pada masa kecilnya amat bermanfaat untuk mengantarnya ke tugas hari ini. Ayahnya, Hermanto Dardak, mantan wakil menteri PU, sering mengajak Emil ke luar negeri kalau ada undangan seminar. Sesampai di kota itu, Emil ditugaskan jalan-jalan sendiri mengenal kota.
Emil menulis melalui WA ke saya, ’’Saya beruntung punya orang tua yang kuat jantung dan beri kesempatan untuk membangun masa depan yang saya mampu jalani, meski berisiko.’’ Anda tahu, bupati muda ini meraih gelar doktor dari Jepang pada usia 22 tahun.
Perjalanan hari ini membentuk anak-anak kita pada hari esok. Saya harap orang tua kelas menengah siap berubah. Janganlah khawatir berlebihan. Berikanlah kepercayaan dan tantangan agar mereka sukses seperti Anda. Sebab, rumput sekalipun, kalau tak tembus matahari, akan berubah menjadi tanah yang gundul.
--Rhenald Kasali
sumber:
http://www.jawapos.com/read/2016/07/05/37894/kalau-mau-anak-hebat-
Sayang kalau ga dibagikan...
Saya sebenarnya sangat tertarik pada cerita dosen Unair yang sayang saya tak tahu namanya. Di beberapa WhatsApp saya baca rekaman momen yang dia catat saat menerima seorang siswa SLB yang mencari alamat. Dari Jogja, anak SLB itu ditugaskan gurunya mencari alamat di Surabaya.
Itulah penentuan kelulusannya. Dosen tadi merekam momen itu yang menyebabkan kebahagiaan si siswa. Sewaktu didalami, pak dosen mencatat, anak itu tak boleh diantar, tak boleh pakai taksi atau becak. Harus cari sendiri walau boleh bertanya. Ya, seorang diri.
Saya pikir di situ ada tiga orang hebat. Pertama adalah gurunya yang punya ide dan berani ambil risiko. Bayangkan, ini siswa SLB dan kalau dia hilang, habislah karir pak/bu guru itu. Apalagi kalau dia anak pejabat atau orang berduit. Kata orang Jakarta, ’’bisa mampus’’. Saya sendiri yang menugaskan mahasiswa satu orang satu negara pernah mengalami hal tersebut.
Kedua, orang tua yang rela melepas anaknya belajar dari alam. Ya, belajar itu berarti menghadapi realitas, bertemu dengan aneka kesulitan, mengambil keputusan, dan berhitung soal hidup, bukan matematika imajiner. Belajar itu bukan cuma memindahkan isi buku ke kertas, melainkan menguji kebenaran dan menghadapi aneka ketidakpastian.
Orang tua yang berani melepas anak-anaknya dan tidak mengganggu proses alam mengajak anak-anaknya bermain adalah orang tua yang hebat. Memercayai kehebatan anak merupakan awal kehebatan itu sendiri.
Ketiga, tentu saja si anak yang bergairah mengeksplorasi dan ’’membaca’’ alam. Anak-anak yang hebat adalah anak-anak yang berani keluar dari cangkangnya. Keluar dari rahim, dari selimut rasa nyaman, tidak lagi dibedong, digendong, atau dituntun. Berjalan di atas kaki dan memakai otaknya sendiri.
Otak Orang Tua
Tetapi, yang terjadi selanjutnya adalah sebuah tragedi. Semakin kaya dan berkuasa, orang tua semakin ’’menguasai’’ anak-anaknya. Pasangan diatur dan dipilih orang tua, jurusan dan mata kuliah, bahkan siapa dosennya, lalu juga di mana bekerja. Ini sungguh sebuah kelas menengah yang sudah kelewatan.
Bahkan, begitu bekerja, kita menemukan sosok-sosok yang, maaf, ’’agak bodoh’’. Katanya lulusan universitas terkenal, IPK tinggi, tetapi sama sekali tidak bisa mengambil keputusan. Dan di antara teman-temannya, mereka dikenal sebagai sosok yang tidak asyik, sulit ’’linkage’’ atau mingle dengan yang lain.
Setelah tinggal di mes, teman-temannya baru tahu. Ternyata, beberapa hari sekali ’’mami’’-nya menelepon dan nangis-nangis karena merasa kehilangan. Nasihat ’’mami’’ banyak sekali dan si anak terlihat takut. Disuruh nego soal gaji, dia pun nego, padahal kerja baru seminggu dan belum menunjukkan prestasi apa-apa. Begitu disuruh mami pulang, pulanglah dia tanpa izin dari kantor.
Anak saya sendiri sejak SMP sudah dididik mandiri. Maka saat di SMA, dia sudah tidak sulit mengambil keputusan. Bahkan saat kuliah di negeri seberang, dengan cepat dia bisa memilih tempat tinggalnya. Sedangkan anak seorang pegusaha butuh dua bulan. Waktu saya tanya mengapa, dia jelaskan bahwa setiap kali anaknya dapat rumah, ibunya menganulir.
Saya bayangkan betapa rumitnya pesta pernikahan anak-anak yang orang tuanya seperti itu. Tanpa disadari, mereka membuat otak anak-anaknya kosong, terbelenggu, tak terlatih. Semua itu adalah otak orang tua, bukan otak anaknya.
Namun, ketika kolom tentang dagelan orang tua saya tulis beberapa hari lalu itu beredar luas lewat media sosial, saya punya kesempatan untuk ’’membaca’’.
Mayoritas pembaca tertampar ketika dikatakan bahwa anak-anaknya hebat, tetapi telah merusaknya dengan memberikan pengawalan ’’superekstra’’. Namun, saya juga menemui orang tua yang bebal, yang mengancam saya harus diperiksa KPAI karena mereka menganggap anaknya yang sudah mahasiswa masih ’’di bawah umur’’.
Bahkan, ketika saya katakan, ’’Jangan Latih Anak-Anak Dijemput KBRI’’, mereka protes dengan dalih KBRI itu dibiayai negara, untuk melindungi anak-anak mereka. Ada juga yang sangat takut anaknya kesasar, jadi korban perdagangan manusia, diperkosa, dan seterusnya.
Terus terang, mereka itulah yang seharusnya berubah. Takut berlebihan bisa membuat anak-anak ’’lumpuh’’ dan bermental penumpang. Anak-anak itu merasa akan selalu pintar kalau di sekolah juara kelas. Padahal, pintar di sekolah tidak berarti pintar dalam hidup.
Kalau memang lokasi kunjungannya berbahaya, tentu bisa dipelajari. Anak-anak kita, khususnya mahasiswa (bahkan kelas 2–3 SMA), bisa diajak membaca lingkungan. Orang tua bisa memberikan advis, bukan mengambil keputusan.
Tetapi, harus saya katakan, melatih anak-anak berpikir dan mengambil keputusan sedari muda amatlah penting. Sepenting membangun pertahanan dan keamanan negara, kita butuh penerus yang cerdas dalam menghadapi kesulitan dan ketidakpastian. Sebab, itulah situasi yang dihadapi anak kita kelak pada abad ke-21 ini.
Saya juga dapat pesan dari guru besar perempuan UI yang disegani dan dari bupati Trenggalek. Dari guru besar UI, saya mendapat cerita bagaimana pada usia SMP dia sudah ditugaskan ayahnya menyusul sendiri ke Padang. Di sana, ayahnya yang tentara mendapat tugas baru. Dia pun harus mencari sekolah sendiri dan mendaftar sendiri.
Lalu, ketika setahun tinggal di sana, ayahnya ditugaskan panglima untuk tugas belajar ke Amerika Serikat. Tinggallah si anak harus merajut hidup dengan bekal seadanya di kota yang belum dia kenal. Tetapi, hasilnya, dia menjadi pemikir yang dikenal kaya dengan empati, bukan tipe manusia berwacana.
Sementara itu, dari Bupati Trenggalek Emil Dardak, saya mendapat proof bahwa apa yang dididik orang tua pada masa kecilnya amat bermanfaat untuk mengantarnya ke tugas hari ini. Ayahnya, Hermanto Dardak, mantan wakil menteri PU, sering mengajak Emil ke luar negeri kalau ada undangan seminar. Sesampai di kota itu, Emil ditugaskan jalan-jalan sendiri mengenal kota.
Emil menulis melalui WA ke saya, ’’Saya beruntung punya orang tua yang kuat jantung dan beri kesempatan untuk membangun masa depan yang saya mampu jalani, meski berisiko.’’ Anda tahu, bupati muda ini meraih gelar doktor dari Jepang pada usia 22 tahun.
Perjalanan hari ini membentuk anak-anak kita pada hari esok. Saya harap orang tua kelas menengah siap berubah. Janganlah khawatir berlebihan. Berikanlah kepercayaan dan tantangan agar mereka sukses seperti Anda. Sebab, rumput sekalipun, kalau tak tembus matahari, akan berubah menjadi tanah yang gundul.
--Rhenald Kasali
sumber:
http://www.jawapos.com/read/2016/07/05/37894/kalau-mau-anak-hebat-
Sayang kalau ga dibagikan...
Harmoni Cinta Suami Istri
Sekelumit Oleh2๐ Catatan dari ๐Seminar Parenting
"Harmoni Cinta Suami๐ Istri"
oleh Cahyadi Takariawan
Semua orang berharap menjadi keluarga yang samara, tapi tidak semua mendapatkannya, kenapa?
Karena visinya bukan jannah. Pernikahan mempunyai banyak tujuan yang mulia, tidak sekedar senang-senang.
๐Teori Dawn:
Ada 5 Tahapan Pernikahan:
1. Tahap Romantic Love "Darling I ❤ U full"
2. Tahap Dissapointment or Distress ๐"koq ternyata gitu"
3. Tahap Knowledge and Awareness ๐"Oh, kamu seperti itu ya"
4. Tahap Transformation๐ "Aku semakin membutuhkanmu"
5. Tahap Real Love๐ " Aku mencintaimu seperti apapun dirimu"
Ada yang sudah lama menikah tapi sulit bahagia, itu pertanda mereka sulit melalui tahap distress.
Perceraian banyak terjadi karena ekspektasi yang berlebihan dari istri atau suami yang mengingkari janji yang dibacanya pada Perjanjian shighat taklik yaitu untuk mu’asyarah bil ma’ruf (pergaulan yang baik)sebagaimana berikut ini:
〰〰〰〰〰〰〰〰〰
Bismillahirrahmanirrahim
Wa aufu bil ‘ahdi, innal ‘ahda kana mas’ula
“Dan tepatilah janjimu, sesungguhnya janji itu kelak akan dituntut.”
Sesudah akad nikah, saya : ... bin ..., berjanji dengan sesungguh hati bahwa saya akan mempergauli istri saya yang bernama : ...., dengan baik (mu’asyarah bil ma’ruf) menurut ajaran Islam. Kepada istri saya tersebut saya menyatakan sighat ta’lik sebagai berikut.
Apabila saya :
๐ธMeninggalkan istri saya selama 2 (dua) tahun berturut-turut;
๐ธTidak memberi nafkah wajib kepadanya 3 (tiga) bulan lamanya;
๐ธMenyakiti badan atau jasmani istri saya;
๐ธMembiarkan (tidak memperdulikan) istri saya selama 6 (enam) bulan atau lebih,
Dan karena perbuatan saya tersebut, istri saya tidak ridho dan mengajukan gugatan kepada Pengadilan Agama, maka apabila gugatannya diterima oleh Pengadilan tersebut kemudian istri saya membayar uang sebesar Rp. 10,000,- (sepuluh ribu rupiah) sebagai ‘iwadl (pengganti) kepada saya, maka jatuhlah talak saya satu kepadanya.
〰〰〰〰〰〰〰〰〰
Jika diperhatikan, isi shighat taklik merupakan penjabaran teknis dari perintah Allah pada surat An Nisa ayat 19 :
“Dan bergaulah dengan mereka secara patut. Kemudian bila kamu tidak menyukai mereka, (maka bersabarlah) karena mungkin kamu tidak menyukai sesuatu, padahal Allah menjadikan padanya kebaikan yang banyak”.
๐Syaikh Muhammad Abduh ๐
menjelaskan makna mu’asyarah bil ma’ruf itu,
๐ฉ"Artinya wajib bagi kalian wahai orang-orang mukmin untuk mempergauli isteri-isteri kalian dengan bijak, yaitu menemani dan mempergauli mereka dengan cara yang makruf yang mereka kenal dan disukai hati mereka, serta tidak dianggap mungkar oleh syara', tradisi dan kesopanan”.
๐ฉ"Maka mempersempit nafkah dan menyakiti dengan perkataan atau perbuatan, banyak cemberut dan bermuka masam ketika bertemu mereka, semua itu menafikan pergaulan yang ma'ruf."
Jadi mu’asyarah bil ma’ruf itu adalah perintah kepada para suami untuk berinteraksi dan berkomunikasi dengan istri, dengan cara yang "disenangi istri". Bukan dengan cara semau-maunya suami, atau dengan cara sesuka hati suami. ๐
Sehingga ๐Kunci Utama untuk mendapatkan keluarga yang samara adalah interaksi yang membahagiakan (Mu'asyarah bil ma'ruf), yaitu meliputi:
๐1. Bagaimana anda bergaul?
Hendaknya yaitu dengan cara:
๐พyang baik
๐พyang disenangi istri
๐ซSebagaimana Rasulullah telah memberikan contoh-contoh romantisme terhadap istrinya, antara lain:
๐Memanggil dengan panggilan yang disukai: Aisy atau Humairah
๐คMembantu pekerjaan istri
๐Membelai, mencium, bercanda bahkan bermain lomba lari dengan istri
☺Menemani istri meski sedang haid
๐dan lain-lain
๐2. Bagaimana anda berkomunikasi?
(Karena waktunya habis jadi blm dijabarkan secara tehnis cara berkomunikasi yang baik dengan pasangan/keluarga hehehe bisa dibaca dibuku beliau wonderful family atau wonderful couple yee)
Hanya secara garis besar disampaikan oleh Pak Cah, untuk meredam ego, menghindari salahpaham perlu disadari bahwa lelaki dan perempuan mempunyai perbedaan cara berkomunikasi. Ini karena secara fitrah lelaki dan perempuan memang mempunyai perbedaan dalam:
๐ Susunan kromosom
๐ Produksi hormon
๐ Struktur otak
๐ซSehingga lelaki secara umum lebih banyak menggunakan akal/logika๐ค๐๐ฝ♂๐ด๐ป sedangkan perempuan mengedepankan perasaan.๐๐ผ๐๐ฝ๐๐๐ป
๐ซStruktur otak lelaki memiliki jalur tunggal sedangkan perempuan majemuk. Ini menyebabkan lelaki biasanya bicara to the point๐ฃ, sedangkan perempuan panjang lebar, kaya kosakata, mempunyai kemampuan bahasa dan kecerdasan linguistik yang lebih baik.๐ ๐ ๐๐๐
๐ซLelaki terbiasa fokus hanya pada satu pekerjaan dan tidak suka menghubungkan satu hal dengan hal lainnya.
๐๐ป๐จ๐น⛹๐ผ๐ด
Perempuan mampu mengerjakan beberapa pekerjaan sekaligus (multi tasking) dan suka mengaitkan suatu kejadian dengan banyak hal lainnya.
๐ผ๐ฉ๐ง๐ฆ๐๐๐๐ณ๐๐ฝ
๐ซLelaki pada umumnya mempunyai keahlian membaca visual ๐dan spasial๐ฃ lebih baik, sedangkan kebanyakan perempuan sulit membaca peta๐บ.
๐Pandangan lelaki berbentuk mengerucut๐ต๐ป sedangkan perempuan melebar๐๐
Dan...ditataran tertentu, ketika lelaki telah merasakan zona sakinah ia cenderung kehilangan kemampuan verbalnya๐๐๐ด..jadi terkadang dinilai kurang perhatian dan tidak romantis.✌๐
Demikian, smoga bermanfaat
Kuranglebih mohon dimaafkan
Ngga ada niat lain selain meneruskan kebaikan n ilmu yg diterima๐
Resume By:
๐ปRie~Bunbundne Rakha๐ฆ๐ปWalisiswa 4 Alkhindi SDIT Ibnu Abbas Kebumen
"Harmoni Cinta Suami๐ Istri"
oleh Cahyadi Takariawan
Semua orang berharap menjadi keluarga yang samara, tapi tidak semua mendapatkannya, kenapa?
Karena visinya bukan jannah. Pernikahan mempunyai banyak tujuan yang mulia, tidak sekedar senang-senang.
๐Teori Dawn:
Ada 5 Tahapan Pernikahan:
1. Tahap Romantic Love "Darling I ❤ U full"
2. Tahap Dissapointment or Distress ๐"koq ternyata gitu"
3. Tahap Knowledge and Awareness ๐"Oh, kamu seperti itu ya"
4. Tahap Transformation๐ "Aku semakin membutuhkanmu"
5. Tahap Real Love๐ " Aku mencintaimu seperti apapun dirimu"
Ada yang sudah lama menikah tapi sulit bahagia, itu pertanda mereka sulit melalui tahap distress.
Perceraian banyak terjadi karena ekspektasi yang berlebihan dari istri atau suami yang mengingkari janji yang dibacanya pada Perjanjian shighat taklik yaitu untuk mu’asyarah bil ma’ruf (pergaulan yang baik)sebagaimana berikut ini:
〰〰〰〰〰〰〰〰〰
Bismillahirrahmanirrahim
Wa aufu bil ‘ahdi, innal ‘ahda kana mas’ula
“Dan tepatilah janjimu, sesungguhnya janji itu kelak akan dituntut.”
Sesudah akad nikah, saya : ... bin ..., berjanji dengan sesungguh hati bahwa saya akan mempergauli istri saya yang bernama : ...., dengan baik (mu’asyarah bil ma’ruf) menurut ajaran Islam. Kepada istri saya tersebut saya menyatakan sighat ta’lik sebagai berikut.
Apabila saya :
๐ธMeninggalkan istri saya selama 2 (dua) tahun berturut-turut;
๐ธTidak memberi nafkah wajib kepadanya 3 (tiga) bulan lamanya;
๐ธMenyakiti badan atau jasmani istri saya;
๐ธMembiarkan (tidak memperdulikan) istri saya selama 6 (enam) bulan atau lebih,
Dan karena perbuatan saya tersebut, istri saya tidak ridho dan mengajukan gugatan kepada Pengadilan Agama, maka apabila gugatannya diterima oleh Pengadilan tersebut kemudian istri saya membayar uang sebesar Rp. 10,000,- (sepuluh ribu rupiah) sebagai ‘iwadl (pengganti) kepada saya, maka jatuhlah talak saya satu kepadanya.
〰〰〰〰〰〰〰〰〰
Jika diperhatikan, isi shighat taklik merupakan penjabaran teknis dari perintah Allah pada surat An Nisa ayat 19 :
“Dan bergaulah dengan mereka secara patut. Kemudian bila kamu tidak menyukai mereka, (maka bersabarlah) karena mungkin kamu tidak menyukai sesuatu, padahal Allah menjadikan padanya kebaikan yang banyak”.
๐Syaikh Muhammad Abduh ๐
menjelaskan makna mu’asyarah bil ma’ruf itu,
๐ฉ"Artinya wajib bagi kalian wahai orang-orang mukmin untuk mempergauli isteri-isteri kalian dengan bijak, yaitu menemani dan mempergauli mereka dengan cara yang makruf yang mereka kenal dan disukai hati mereka, serta tidak dianggap mungkar oleh syara', tradisi dan kesopanan”.
๐ฉ"Maka mempersempit nafkah dan menyakiti dengan perkataan atau perbuatan, banyak cemberut dan bermuka masam ketika bertemu mereka, semua itu menafikan pergaulan yang ma'ruf."
Jadi mu’asyarah bil ma’ruf itu adalah perintah kepada para suami untuk berinteraksi dan berkomunikasi dengan istri, dengan cara yang "disenangi istri". Bukan dengan cara semau-maunya suami, atau dengan cara sesuka hati suami. ๐
Sehingga ๐Kunci Utama untuk mendapatkan keluarga yang samara adalah interaksi yang membahagiakan (Mu'asyarah bil ma'ruf), yaitu meliputi:
๐1. Bagaimana anda bergaul?
Hendaknya yaitu dengan cara:
๐พyang baik
๐พyang disenangi istri
๐ซSebagaimana Rasulullah telah memberikan contoh-contoh romantisme terhadap istrinya, antara lain:
๐Memanggil dengan panggilan yang disukai: Aisy atau Humairah
๐คMembantu pekerjaan istri
๐Membelai, mencium, bercanda bahkan bermain lomba lari dengan istri
☺Menemani istri meski sedang haid
๐dan lain-lain
๐2. Bagaimana anda berkomunikasi?
(Karena waktunya habis jadi blm dijabarkan secara tehnis cara berkomunikasi yang baik dengan pasangan/keluarga hehehe bisa dibaca dibuku beliau wonderful family atau wonderful couple yee)
Hanya secara garis besar disampaikan oleh Pak Cah, untuk meredam ego, menghindari salahpaham perlu disadari bahwa lelaki dan perempuan mempunyai perbedaan cara berkomunikasi. Ini karena secara fitrah lelaki dan perempuan memang mempunyai perbedaan dalam:
๐ Susunan kromosom
๐ Produksi hormon
๐ Struktur otak
๐ซSehingga lelaki secara umum lebih banyak menggunakan akal/logika๐ค๐๐ฝ♂๐ด๐ป sedangkan perempuan mengedepankan perasaan.๐๐ผ๐๐ฝ๐๐๐ป
๐ซStruktur otak lelaki memiliki jalur tunggal sedangkan perempuan majemuk. Ini menyebabkan lelaki biasanya bicara to the point๐ฃ, sedangkan perempuan panjang lebar, kaya kosakata, mempunyai kemampuan bahasa dan kecerdasan linguistik yang lebih baik.๐ ๐ ๐๐๐
๐ซLelaki terbiasa fokus hanya pada satu pekerjaan dan tidak suka menghubungkan satu hal dengan hal lainnya.
๐๐ป๐จ๐น⛹๐ผ๐ด
Perempuan mampu mengerjakan beberapa pekerjaan sekaligus (multi tasking) dan suka mengaitkan suatu kejadian dengan banyak hal lainnya.
๐ผ๐ฉ๐ง๐ฆ๐๐๐๐ณ๐๐ฝ
๐ซLelaki pada umumnya mempunyai keahlian membaca visual ๐dan spasial๐ฃ lebih baik, sedangkan kebanyakan perempuan sulit membaca peta๐บ.
๐Pandangan lelaki berbentuk mengerucut๐ต๐ป sedangkan perempuan melebar๐๐
Dan...ditataran tertentu, ketika lelaki telah merasakan zona sakinah ia cenderung kehilangan kemampuan verbalnya๐๐๐ด..jadi terkadang dinilai kurang perhatian dan tidak romantis.✌๐
Demikian, smoga bermanfaat
Kuranglebih mohon dimaafkan
Ngga ada niat lain selain meneruskan kebaikan n ilmu yg diterima๐
Resume By:
๐ปRie~Bunbundne Rakha๐ฆ๐ปWalisiswa 4 Alkhindi SDIT Ibnu Abbas Kebumen
Jumat, 02 Januari 2015
Orientasi, Tanamkan Nilai Etos
Semarang, (16/8) Etos Semarang menggelar serangkaian
acara Penerimaan Etoser Baru yang sering disebut dengan OPEBE (Orientasi
Penerima Beastudi Etos). Opebe dilaksanakan dalam rangka menyambut Etoser baru
dan memperkenalkan nilai-nilai keetosan kepada penerima manfaat. Sasaran penyelenggaraan OPEBE kali ini adalah
Etoser angkatan 2013 yang terdiri dari 5 orang putri dan 7 orang putra. Tema yang diangkat adalah Pendidikan
Karakter, dengan harapan agar Etoser yang sedang orientasi dapat memahami dan
melaksanakan akhlak Islami secara kaffah. Acara ini diselenggarakan pada 12 hingga 17
Agustus 2014.
Adapun rangkaian acara OPEBE adalah Orientasi,
penugasan, monitoring dan evaluasi.
Sedangkan acara puncak ditutup dengan Pelantikan, dimana dalam dua hari
terakhir peserta dibekali materi-materi berbasis pendidikan karakter. Diantara
materi yang diberikan ialah Akhlak Islami, Ruhul Istijabah dan Life Mapping. Materi
pertama Akhlak Islami disampaikan oleh Ust Djoko Priyatno, SP.,M.Sc (Dosen Politekkes Kemenkes Kota Semarang dan PDPQ Semarang). Materi kedua Ruhul Istijabah disampaikan oleh
Ibu Dini Inayati (Direktur PATTIRO Kota Semarang). Materi ketiga Life Mapping
disampaikan oleh Bp. Faris Fanani, S.Psi. Pada malam hari diadakan Spiritual
Journey dimana etoser 2013 diajak untuk menyelami diri dan berkontemplasi.
Serangkaian acara ditutup dengan pelantikan oleh Bp. Faris Fanani, S.Psi,
sehingga Etoser 2013 secara utuh sudah menjadi keluarga besar Etos Semarang.
(jend/asprowil_smg)
Jumat, 11 Oktober 2013
Bermain Peran
Begitu bersyukur ketika aku bertemu dengan dirimu, dirimu dan dirimu. Dengan berbagai karakter aku belajar darimu, memperhatikanmu disetiap aktivitasmu, tanpa harus kau tahu, tapi bukan kepo ya..
Dan, dirimu, dirimu dan dirimu, kelak akan punya peran masing-masing, apapun cita-asamu, aku hanya berdoa semoga dirimu makin bermanfaat untuk umat..
Beginilah liku perjalanan hubungan kita, dengan peran yang sedang kita perankan. Kita punya spesialisasi masing-masing yang menjadi kunci masa depan kita. Well, ini ekspresi kerinduanku pada dirimu, dirimu dan dirimu yang mulai dan semakin larut dalam peran masing-masing..
Selarut apapun, kau boleh melupakan aku, tapi jangan sampai kau lupakan Allah, dan dakwah ini yang telah rela membersamaimu.. Begitu juga dengan diriku. Semoga menjadi pengingat..
Aku yang bukan milikku, selalu mencintaimu ^^
Dan, dirimu, dirimu dan dirimu, kelak akan punya peran masing-masing, apapun cita-asamu, aku hanya berdoa semoga dirimu makin bermanfaat untuk umat..
Beginilah liku perjalanan hubungan kita, dengan peran yang sedang kita perankan. Kita punya spesialisasi masing-masing yang menjadi kunci masa depan kita. Well, ini ekspresi kerinduanku pada dirimu, dirimu dan dirimu yang mulai dan semakin larut dalam peran masing-masing..
Selarut apapun, kau boleh melupakan aku, tapi jangan sampai kau lupakan Allah, dan dakwah ini yang telah rela membersamaimu.. Begitu juga dengan diriku. Semoga menjadi pengingat..
Aku yang bukan milikku, selalu mencintaimu ^^
Senin, 30 September 2013
Menanti Kejutan Bahagia
Entah kapan kejutan itu akan tiba, tapi yakin ia akan hadir pada waktu yang tepat. Proses yang saat ini dialami adalah adalah cara Allah untuk menyiapkan diri menuju peran yang lebih besar lagi, maka Allah sedang menambah kapasitas diri kita dengan berbagai pola ujian. Cepat atau lambat, bila kita sabar, ikhlas dan tekun kejutan bahagia itu pasti akan datang.
Allah menyiapkan peran yang berbeda-beda pada setiap hambaNya, maka treatment yang diberikan juga tentulah berbeda, jangan merasa kecil apalagi iri dengan yang lainnya. Kita diciptakan dengan sejuta pesona masing masing. Bersyukurlah..
#dan, skripsi sedang berproses pun bukan berarti Allah mempersulit jalan, tapi Allah sedang membuka peluang kebaikan di sisi lain. Stay on the track, Allah Maha tahu yang terbaik untuk hambaNya..#dan, jika lulus adalah salah satu kado terindah untuk membahagiakan orang-orang disekitar kita, maka mari kita songsong dengan penuh kesungguhan, dengan itu Allah akan menyiapkan kado terindah pula :D
Senin, 06 Mei 2013
Bahagia itu = Bermanfaat
Khayalku memang tak mau berhenti di satu tempat saja,
saat aku memotongi laminasi bakal PIN dan ganci, saat aku menyapu halaman di
Loetju Semarangan. Atau saat mendengarkan Boss berbagi pengalamannya setiap
saat. Satu yang hingga kini terus menggelayut dibenakku. Tentang hidup ini,
tentang kebermanfaatan.
Dalam kamus
hidupku, kebermanfaatan memiliki proporsi yang tinggi dalam barisan target
hidupku, bahkan itu menjadi syarat utama dalam setiap gerak-gerikku. Kendati
demikian, aku belum punya standar ideal sebuah niat dan tindakan itu berujung
pada sebuah kebermanfaatan bersama (red: umat). Barangkali pembaca punya
referensi buku ataupun kisah untuk bisa ku pelajari, untuk menjawab hal itu.
Setiap aktivitas
yang sedang aku jalani ini harus berujung pada kebermanfaatan untuk orang lain,
tanpa mengesampingkan diriku tentunya. Hanya saja, siapa yang akan merasakan
kebermanfaatan ini. Mulai memutar otak. Sudah belum ya, atau jangan-jangan aku
hanya terjebak pada rutinitas yang berlandaskan kepentingan pribadi, tanpa
disadari.
Secara teori memang
gamblang, bahwa sungai-sungai itu pada akhirnya akan bermuara kelautan yang
luas. Begitu pula dengan hal-hal kecil yang kita lakukan, tentunya yang
berlandaskan asas kebermanfaatan. Aku yakin, akan bermuara pada kebermanfaatan
bersama.
Tapi mimpiku lebih
dari lautan yang luas,
Langganan:
Postingan (Atom)



