Senin, 23 April 2012

Kenapa Harus Uang?

Kata sebagian orang, mau kuliah ya harus mau mengeluarkan banyak uang. Iya, itu bagi orang-orang yang belum memahami akan arti perjuangan bisa kuliah. Tinggal minta uang sama "babe atau nyak" yang memiliki "segudang" tabungan. Membuat daftar kebutuhan setiap bulannya, untuk di ACC oleh sang pemasok uang. Memang sekilas enak.

Namun, tidak bagi sebagian orang yang lain, yang harus berjuang kesana kemari untuk mencari beasiswa kuliah, harus berjuang membiayai kebutuhan hidup sendiri. Pasti mereka punya tantangan yang lebih. Dan tentunya lebih menghargai kehidupan. Tidak mudah, namun juga tidak sulit. Karena ada Allah yang senantiasa membersamai. Yakinlah.

Terhitung 6 semester terjalani di sebuah Universitas terkemuka di Jateng, UNDIP, saya bisa menikmati bangku kuliah di Fakultas Peternakan dan Pertanian, rasanya tak terduga. Dulu hanya sebatas mimpi, sekarang terjalani. Alhamdulillah.

Dan, memang tidak semurah yang dibayangkan, memang harus merogoh kocek yang lebih dalam untuk bertahan di kota metropolitan ini. Tak jarang kekurangan uang, berhutang, dan tidak lagi berani meminta uang kepada orang tua, malu dan tidak tega. Yah begitulah nikmatnya. :)

Disatu sisi, beberapa minggu kedepan, kami akan menjalani Kulaih Kerja Lapangan (KKL) yang menjadi kedok LIBURAN. Tujuan studi industri ini ke Jawa (Tengah dan Timur) tapi mampir BALI. Bisa ditebak, berapa ongkos yang dihabiskan? Iya, 1.225.000. Bukan nominal yang sedikit bagi saya. Dan darimana saya akan mendapatkan uang sebanyak itu dalam waktu beberapa minggu? Pasti ada JALAN!

Saya tidak bisa membayangkan, kelak saat perjalanan, saya menikmati uang yang sampai sekarang belum tau akan dari mana berasal. Ibarat membuang uang yang sudah susah payah dikumpulkan, hanya untuk....??

Mungkin bagi sebagian orang mendapatkan uang sebesar itu sangatlah mudah, tapi sebagian lain? kita tidak tahu. Semisal saya harus meminta orang tua saya, ibarat kata "saya memuasakan Bapak dan Ibu saya selama kurang lebih satu bulan!" Yah, pasti ketika saya meminta pun, beliau akan berusaha keras untuk mencarikan uang sebanyak itu. Tapi, apa itu pantas? Mungkin beliau rela tidak makan atau mengurangi jatah makan selama beberapa bulan. Tapi, apa saya tega?

Ya Rabb.. Sungguh Engkau Maha Kaya, rejeki akan datang dari arah yang tidak disangka sangka bagi yang meu mengusahakannya. Saya percaya itu. Mudahkanlah kami dalam setiap ikhtiar kami, Ya Rabb..

0 komentar: