Minggu, 13 Mei 2012

Perlu tahu..

Dari buku favorit saya: Membina Angkatan Mujahid :)


Buku ini mengupas tentang betapa luasnya cakrawala pemikiran Hasan Al Banna, apalagi setelah menghayati Risalah Ta’alim yang merupakan salah satu peninggalan paling berharga Hasan Al Banna. Imam Hasan Al Banna menetapkan tujuan yang harus diperjuangkan oleh setiap muslim, selain menjelaskan kandungan-kandungannya. Beliau menetapkan pula rambu-rambu kepribadian Islam melalui rukun-rukun bai’at dan kewajiban-kewajiban yang diperlukannoleh gerakan untuk mencapai tujuan dalam setiap fasenya. Beliau juga menetapkan beberapa kaidah pokok yang membingkai pemahaman, hubungan, dan perjalanannya. Tidak ada sikap ekstrim dan ceroboh, tidak ada perilaku over actin, tidak pula pengabaian terhadap hukum alam. Semua itu terkandung dalam dalam buku ini yang meliputi rukun-rukun bai’at dan kewajiban-kewajiban seorang muslim.
Hasan Al Banna adalah peletak teori gerakan Islam Kontemporer, dialah yang mengemukakan gagasan yang aplikatif dan dapat diterima oleh setiap muslim dari awal sampai akhir. Demikianlah Hasan Al Banna adalah seorang pembaharu di masa kini, berdasarkan pengalamannya tampaklah gagasan modern maupun gerakan Islam tidak lepas dari pengaruh ide-idenya. Fikrah Hasan Al Banna adalah fikah yang syamil yang memenuhi seluruh kebutuhan kita. Sekalipu ada persoalan namun hal itu tidak sampai keluar dari prinsip fikrah diperjalanan dakwah. Berikut kata-kata beliau “Pendidikan dan pembinaan ummat, memperjuangkan prinsip-prinsip nilai dan pencapaian cita-cita sesungguhnya memerlukan partisipasi seluruh umat, atau paling tidak sekelompok dari mereka, yakni memperjuangkan tegakya:
  • Kekuatan jiwa yang besar, yang dimanifestasikan dalam bentuk tekad yang kuat dan tegar
  • Kesetiaan yang utuh, bersih dari sikap lemah dan munafik
  • Pengorbanan yang suci, yang tidak terpedaya oleh sifat tamak dan bakhil.
Salah satu hal prinsip dasar yang tidak boleh diabaikan oleh setiap muslim adalah bahwa umat Islam harus mempunyai jamaah dan imam. Kewajiban utama setiap muslim adalah memberikan kesetiaannya kepada jamaah dan imamnya. Inilah kunci utama untuk memahami gerakan Ikhwanul Muslimin. Suatu jama’ah dikatakan sebagai jamaah apabila telah mencapa beberapa syarat, meliputi kepemahaman dan kesadaran terhadap jamaah itu, serta kesucian pemimpinnya. Keberadaan Ikhwanul Muslimin sesungguhnya menuntut pembaharuan Islam, baik di bidang ilmu, amal maupun realtasnya. Dari paparan tersebut, kita mengetahui bahwa bergerak bersama Ikhwanul Muslimin merupakan keharusan bagi setiap muslim zaman ini untuk menegakkan berbagai kewajiban. Tanngung jawab besar kita adalah melakukan tajdid (Pembaharuan) dan naql (alih generasi). Yakni pembaharuan ajaran Islam dan proses pembaharuan terhadap pribadi muslim dari satu kondisi ke kondisi yang lain.
Imam Hasan Al Banna mengatakan bahwa kita memiliki dua tujuan pokok:
  • Membebaskan negeri Islam dari semua kekuasan asing. Ini merupakan hak asasi setiap manusia yang tidak diingkari kecuali oleh mereka yang dzalim, kejam, dan tiran.
  • Menegakkan diatas tanah air ini negara Islam yang merdeka, yang memberlakukan hukum-hukum Islam, menerapkan undang-undang sosialnya, meproklamirkan prinsip-prinsip dan nilai-nilainya, dan menyampaikan dakwah Islam dengan bijaksana kepada seluruh umat manusia. Selama negara ini belum tegak, seluruh umat Islam berdosa dan bertanggung jawab di hadapan Allah atas kealpaan mereka untuk itu.
Adapun tingkatan amal yang dituntut dari seorang muslim yang tulus adalah:
  1. Perbaikan diri, sehingga menjadi orang yang kuat; kuat fisiknya, kokoh akhlaknya; luas wawasannya; mampu mencari penghidupan; selamat akidahnya; benar ibadahnya; pejuang bagi dirinya sendiri; penuh perhatian akan waktunya; rapi urusannya; dan bermanfaat bagi orang lain.
  2. Pembentukan keluarga muslim, yaitu dengan mengkondisikan keluarga agar menghargai fikrahnya, menjaga etika Islam dsb.
  3. Bimbingan masyarakat, yakni dengan menyabarkan dakwah, memerangi perilaku yang munkar, dsb.
  4. Pembebasa tanah air dari penguasa asing; non Islam; baik secara politik, ekonomi maupun moral.
  5. Memperbaiki keadaan pemerintah sehingga menjadi pemerintahan Islam yang baik
  6. Usaha mempersiapkan seluruh aset negeri di dunia ini untuk kemashlahatan Islam
  7. Penegakan kepemimpina dunia dengan penyebaran dakwah Islam seantero negeri.

dan Allah menangkan setiap urusanNya, akan tetapi kebanyakan orang tidak mengetahuinya”

0 komentar: